Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Menggila, Joe Biden Keluarkan Perintah Khusus di Akhir Jabatan
    Insight News

    China Menggila, Joe Biden Keluarkan Perintah Khusus di Akhir Jabatan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Januari 2025Updated:13 Januari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Di akhir masa kepemimpinannya, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tetap berupaya mewaspadai serangan dari China. Terbaru, ia menyerukan pemberlakuan standar keamanan siber yang lebih ketat di semua lembaga federal dan kontraktor.

    Informasi itu berasal dari draf perintah yang dilihat Reuters. Perintah tersebut untuk mengatasi operasi siber yang dilancarkan China ke AS.

    Dikhawatirkan China akan terus-menerus melancarkan aktivitas yang mengganggu untuk menargetkan infrastruktur penting, email pemerintah, hingga perusahaan telekomunikasi besar, dan Departemen Keuangan AS.

    Draf itu menyebutkan Biden ingin standar lebih ketat untuk pengembangan software yang aman, dan kemampuan untuk memverifikasi standar dipenuhi. Evaluasi proses akan dilakukan untuk badan siber setempat (CISA), dikutip dari Reuters, Senin (13/1/2025).

    Para vendor memberikan dokumentasi pengembangan software yang aman untuk dievaluasi dan divalidasi oleh CISA. Jika gagal dalam proses validasi, maka perusahaan dirujuk ke jaksa agung agar mendapatkan tindakan yang sesuai.

    Biden juga meminta pedoman untuk mengelola token akses dan kunci kriptografi penyedia cloud. Sebelumnya, hacker China menggunakan metode untuk mengakses akun email oleh pejabat tinggi pemerintah AS pada Mei 2023.

    Terkait laporan tersebut, Wakil Presiden Senior Strategi Siber Contrast Security mengapresiasinya. Namun, untuk implementasinya masih perlu diskusi lebih lanjut. 

    “Kami benar-benar berhadapan dengan pemberontakan di infrastruktur penting dan lembaga pemerintah AS oleh Rusia dan China,” ucapnya.

    Baik pihak Gedung Putih dan CISA tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait laporan tersebut.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Mengenal Edge Computing, Teknologi Penopang “Smart Industry”





    Next Article



    Penipu China Gempur Habis-habisan, Pemerintah AS Terguncang



    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.