Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dapat Pendanaan US$ 95 Juta, Ini Strategi Pengembangan Bibit
    Insight News

    Dapat Pendanaan US$ 95 Juta, Ini Strategi Pengembangan Bibit

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Tahun 2021 menjadi tahun yang penuh tantangan sekaligus juga penuh kesempatan. Untuk itu, bibit.id berterima kasih kepada para investor selama tahun 2021, di mana bibit sudah mendapatkan pendanaan sebanyak 2 kali, yang pertama US$ 30 juta, dan yang kedua US$ 65 juta.

    Hal ini disampaikan oleh Lead PR & Communication bibit.id, William. Ia menuturkan, dana yang mereka dapatkan dari para investor tersebut akan mereka gunakan untuk pengembangan tim.

    “Because we invest in people di bibit.id, dan juga kami akan menggunakan itu untuk mengembangkan teknologi dan juga fitur-fitur supaya bisa terus menjawab kebutuhan dan share in the market,” ujar William dalam acara ‘The Best Technology Company’ CNBC Awards 2021, Senin (15/11/2021).

    Banyaknya investor tentu membuat bibit harus menjamin keamanan bagi para penggunanya. Terkait hal ini, William mengatakan Bibit menggunakan teknologi keamanan teknologi verifikasi yang memperlakukan data pribadi untuk menjaga kerahasiaan data dari user di seluruh Indonesia.

    “Bahwa kami menggunakan teknologi yang terdepan, teknologi yang paling aman, dan kami juga bekerja 24/7 untuk menjaga keamanan data tersebut. Jadi sama sekali tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” tutur William.

    William menambahkan, bibit juga sudah mempunyai rencana jika terjadi terjadi sesuatu yakni dengan mitigasi. Menurutnya, keamanan data ini sebagaimana agen dari Pemerintah ini juga terus-menerus menjadi spirit dari bibit dari hari pertama kali berdiri, bahwa yang harus dilindungi pertama-tama adalah pengguna.

    “Setelah dilindungi baru kami edukasi kami berikan fitur-fitur yang bisa memudahkan para user kami untuk berinvestasi,” tambah Wiliam.

    Lebih lanjut, William juga mengungkapkan soal tren ekonomi ke depan.Menurutnya, hal ini akan menjadi sesuatu yang sangat potensial apalagi jika semua pelaku dan industri digital berpikir bahwa kolaborasi ini harus dikedepankan.

    “Jadi nanti integrasi antar aplikasi kerja sama antara bibit dengan e-commerce dengan pihak-pihak lain dalam ekosistem ekonomi digital ini adalah sesuatu yang akan menjamin kita masih akan besar sekali ke depannya. Jadi kita tidak bisa melihat bahwa kita hanyalah single party atau single player dalam ekosistem, tapi kita juga harus melihat bahwa kalau untuk meningkatkan pelayanan,kita perlu bekerjasama dan berkolaborasi,” jelas William.

    Ia menambahkan, jika semua pihak bisa mewujudkan semua kolaborasi, itu adalah sesuatu yang dinantikan bahwa growth akan menjadi sesuatu yang bisa dirasakan tidak hanya oleh bibit, namun juga oleh seluruh pelaku di digital ekosistem.

    [Dexpert.co.id]

    (dob/dob)



    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.