Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Dear Pak Jokowi, Peran Ibu Bukan Cuma di Ranah Domestik Lho..
    Inspiring You

    Dear Pak Jokowi, Peran Ibu Bukan Cuma di Ranah Domestik Lho..

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman22 Desember 2023Updated:22 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu Nasional. Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak lupa membuat unggahan sosial untuk memeringati hari tersebut. 

    Hanya saja, Jokowi, atau tim media sosialnya, jelas tak sensitif gender. Ini terlihat dari ilustrasi yang diunggah di Instagram serta Twitter resmi Presiden. Ilustrasi atau karikatur itu menampilkan sosok yang mirip Jokowi membawa buket bunga. Di sekelilingnya ada sejumlah karakter perempuan: ada yang mengantar anak sekolah, membacakan buku untuk anak, menyapu halaman, dan yang paling menggelikan, ada yang bergunjing sambil belanja sayur. 

    Semua karakter perempuan itu punya satu kesamaan: melakukan tugas domestik. Meski tak ada yang salah dengan ibu yang memilih berperan di sektor domestik, penggambaran itu jelas tak sesuai dengan semangat dan sejarah Hari Ibu Nasional.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sejarah mencatat bahwa pada 22 Desember 1928, sekitar 600 perempuan berkumpul di pendopo milik Raden Tumenggung Joyodipoero. Mereka datang atas inisiasi Soekonto, Nyi Hadjar Dewantara, dan Nona Soejatin. Tujuan kedatangan mereka sama seperti pemuda Jawa lain: ingin bicara nasionalisme, kemerdekaan, dan tak lupa bicara kesetaraan laki-laki dan perempuan. Acara kumpul-kumpul ini belakangan dikenal sebagai Kongres Perempuan I. Kongres ini dianggap sesuatu yang penting dan menjadi dasar pergerakan para perempuan hingga Indonesia merdeka. Setahun kemudian, tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu.

    Melihat sejarahnya, Hari Ibu Nasional jelas membawa isu perjuangan dan kesetaraan. Karena itu, tidak seharusnya Presiden Jokowi, lewat karikaturnya, mengecilkan peran ibu hanya di sektor domestik. Apalagi, Jokowi dikelilingi banyak perempuan hebat yang membantunya menjalankan pemerintahan. 

    Kita tahu betapa penting peran Sri Mulyani dalam mengatur keuangan negara. Jokowi juga punya Retno Marsudi, perempuan pertama yang menduduki jabatan Menteri Luar Negeri di Indonesia. Dan masih ada banyak perempuan-perempuan lain yang juga berkontribusi dalam pembangunan Indonesia. Karena itu, sudah selayaknya Presiden Jokowi mengangkat dan mengakui peran perempuan di banyak sektor strategis di negeri ini. 

    Jadi, Pak Jokowi, tolong jangan lagi mendiskreditkan kehadiran kaum ibu sebagai pihak yang hanya doyan bergunjing saat belanja sayur. Apalagi dengan menempelkan label ‘Pusat Transfer Data’ yang kita tahu itu olok-olok untuk budaya gosip di kalangan masyarakat. 


    Artikel Selanjutnya


    Mengenal Baju Adat Tanimbar dari Maluku yang Dipakai Jokowi

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Kamu Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.