Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dunia Masuk Era Nuklir Baru, Raksasa Dunia Berebutan
    Insight News

    Dunia Masuk Era Nuklir Baru, Raksasa Dunia Berebutan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Oktober 2024Updated:15 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – Google jorjoran menambah pasokan tenaga nuklir di tengah lonjakan atas kebutuhan data center untuk memproses teknologi kecerdasan buatan (AI). Raksasa teknologi tersebut mengumumkan kesepakatan dengan startup tenaga nuklir bernama Kairos Power.

    Perjanjian antara Google dengan Kairos Power berisi komitmen pembelian listrik bebas karbon sebesar 500 MW dari reaktor kecil yang dibangun Kairos.

    Pembangkit-pembangkit listrik tenaga nuklir buatan Kairos ditargetkan mulai beroperasi pada akhir dekade ini. Ada dua potensi model kerja sama antara Google dan Kairos. Model pertama adalah pembangkit listrik nuklir langsung terhubung dengan data center Google. Adapun model kedua adalah pembangkit listrik disambungkan dengan jaringan listrik bebas karbon yang tersambung dengan data center Google.

    Google mengikuti jejak Microsoft dan Amazon yang sudah lebih dulu beralih ke tenaga nuklir sebagai sumber listrik bersih. Pada September, Microsoft mengumumkan kerja sama dengan Constellation Energy untuk mengoperasikan kembali reaktor nuklir di Three Mile Island yang sudah ditutup sejak 2019. Amazon juga telah mengumumkan menggunakan sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir di Pennsylvania ke data center hyperscale.

    Kairos, yang menggunakan teknologi fisi nuklir, saat ini bersaing ketat dengan startup lain yang mengembangkan teknologi fusi nuklir.

    Pembangkit listrik fisi nuklir saat ini harus dibangun dengan skala besar menggunakan dengan kapasitas minimum 1.000 MW. Pembangunan dua reaktor fisi nuklir terbaru di AS membutuhkan waktu 7 tahun dengan anggaran yang membengkak US$ 17 miliar.

    Kairos ingin membangun reaktor fisi dengan cepat dan lebih murah menggunakan teknik konstruksi modular. Selain itu, teknologi lain yang diterapkan adalah penggunaan garam cair (lithium fluoride dan berryllium fluoride) sebagai medium pendingin reaktor, bukan air.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Salah Gunakan Posisi, Google Didenda Hingga Rp 40 Triliun





    Next Article



    Video: Sambut Kecanggihan GPT-4o, Aplikasi Pembunuh Google



    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.