Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Efek Samping Terlalu Banyak Makan Ubi Jalur yang Banyak Orang Tak Tahu
    Inspiring You

    Efek Samping Terlalu Banyak Makan Ubi Jalur yang Banyak Orang Tak Tahu

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman24 Desember 2024Updated:24 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – Ubi merupakan salah satu makanan bergizi yang mengandung banyak vitamin A, dan vitamin C dalam setiap sajiannya. Ubi jalar juga memiliki sifat antikanker dan dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh serta manfaat kesehatan lainnya.

    Mengutip Healthline, ubi jalar – terutama varietas oranye dan ungu – kaya akan antioksidan yang melindungi tubuh Anda dari radikal bebas.

    Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat merusak DNA dan memicu peradangan. Kerusakan akibat radikal bebas telah dikaitkan dengan penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung, dan penuaan. Oleh karena itu, mengonsumsi makanan kaya antioksidan baik untuk kesehatan Anda.

    Meski ubi jalar penuh nutrisi, ternyata ada efek samping jika Anda terlalu banyak mengonsumsi tanaman satu ini.

    1. Membuat kulit menjadi kekuningan

    Meskipun kedengarannya aneh, mengonsumsi terlalu banyak beta-karoten yang terkandung dalam ubi jalar dapat membuat kulit Anda menjadi jingga atau kekuningan. Kondisi ini, yang disebut karotenodermia, tidak berbahaya dan tidak terlalu umum.

    2. Kandungan Oksalatnya Tinggi

    Orang dengan batu kalsium oksalat, jenis batu ginjal yang paling umum, harus menghindari porsi besar ubi jalar.

    Ubi jalar sangat tinggi oksalatnya, dengan 54 miligram per porsi 1/2 cangkir. Orang yang perlu mengikuti diet rendah oksalat, seperti mereka yang memiliki batu ginjal, harus membatasi asupannya hingga 50-100 miligram oksalat per hari.

    Namun, jika Anda tidak berisiko tinggi terkena batu ginjal, Anda dapat-dan harus-menikmati makanan tinggi oksalat, seperti ubi jalar, karena sangat bergizi.

    Untuk mengurangi risiko batu kalsium oksalat, minumlah banyak air dan makan cukup kalsium, yang bisa Anda dapatkan dari makanan olahan susu.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Kalah Dari Filipina, Erick Akan Evaluasi Timnas & STY


    Berani sukses Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.