Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Diguyur Rp 97 Triliun, Ngamuk Digencet Pemilik ChatGPT
    Insight News

    Elon Musk Diguyur Rp 97 Triliun, Ngamuk Digencet Pemilik ChatGPT

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Desember 2024Updated:25 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk, xAI, menggalang pendanaan US$ 6 miliar (Rp 97 triliun) dari Nvidia, Blackrock, Morgan Stanley dan investor lainnya.

    Pendanaan tersebut dilaporkan Musk dalam keterbukaan di bursa pada Kamis (19/12/2024) yang dikutip oleh Tech Crunch. Sebanyak 97 investor berpartisipasi dalam pendanaan tersebut dengan investasi minimum US$ 77.593 (Rp 126 juta).

    Identitas para investor kemudian dibeberkan oleh xAI. Investor yang terlibat, antara lain, adalah Andreessen Horowitz , Blackrock, Fidelity, Kingdom Holdings, Lightspeed, MGX, Morgan Stanley, OIA, QIA, Sequoia Capital, Valor Equity Partners, Vy Capital, Nvidia, dan AMD.

    Suntikan modal baru ini membuat dana tunai yang dimiliki xAI mencapai US$ 12 miliar (Rp 195 triliun). CNBC International sebelumnya melaporkan bahwa xAI mengincar valuasi US$ 50 miliar.

    Menurut Financial Times, investor yang diberikan kesempatan untuk ikut dalam pendanaan terakhir xAI hanyalah pemegang saham perusahaan gen AI tersebut. Selain itu, investor yang mendukung akuisisi Twitter oleh Elon Musk diberikan kesempatan untuk menguasai 25 persen saham xAI.

    Musk mendirikan xAI tahun lalu lewat peluncuran Grok, platform teknologi AI serupa dengan ChatGPT. Grok disebut Musk sebagai “tipe pemberontak” yang bersedia menjawab “pertanyaan yang ditolak oleh AI lainnya.”

    ChatGPT dihina oleh Musk sebagai sistem AI yang terlalu “woke” dan “pantas secara politik.” Grok kemudian diintegrasikan dengan X, media sosial yang dulu bernama Twitter. Pengguna X bisa menggunakan Grok dan bisa membangun aplikasi dengan mengakses edisi open source Grok.

    Selain itu, Grok juga menciptakan gambar lewat integrasi dengan Flux. Berbeda dengan platform AI lain, gambar yang diciptakan Grok berdasarkan perintah teks tidak dibatasi oleh aturan-aturan apapun.

    Musk berusaha mengejar perkembangan perusahaan AI lainnya, yaitu OpenAI sebagai pemilik ChatGPT dan Anthropic. Ia sempat menyatakan bahwa persaingan di industri AI tidak adil.

    Bahkan, Musk melayangkan gugatan ke OpenAI dan Microsoft. Kedua perusahaan dituduh berusaha “menghancurkan kompetitor” seperti xAI dengan meminta investor di perusahaan mereka untuk tidak menanamkan modal di xAI.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Mau Bikin Robot, Bos ChatGPT dan Amazon Patungan




    Next Article



    Elon Musk Tanya Netizen Duit Rp 81 Triliun Sebaiknya Buat Apa?



    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.