Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Eropa Ciptakan Gerhana Matahari Buatan, Bisa Diatur Waktunya
    Insight News

    Eropa Ciptakan Gerhana Matahari Buatan, Bisa Diatur Waktunya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 April 2024Updated:13 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Antariksa Eropa (ESA) mempersiapkan gerhana matahari buatan. Tujuannya, untuk mempelajari korona matahari lebih dekat.

    ESA akan menggunakan dua wahana luar angkasa untuk menciptakan gerhana matahari buatan. Kedua satelit tersebut akan terbang berdampingan dengan jarak 150 meter antara satu dengan yang lain.

    Salah satu satelit akan memblokir sinar matahari sehingga satelit kedua bisa mengamati korona matahari dengan instrumen yang diberi nama coronagraph.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dua wahana tersebut akan melintasi jalur yang sangat spesifik dengan akurasi lintasan hingga ke level milimeter. Pemandu perjalanan mereka adalah perangkat navigasi, sistem komunikasi radio, kamera, dan laser.

    Direktur Teknologi ESA Dietmar Pliz menjelaskan bahwa kedua satelit akan berfungsi seperti sebuah instrumen yang panjangnya 150 meter. Dalam setiap satu revolusi keduanya yang lamanya mencapai 19 jam 36 menit, ESA akan menciptakan “gerhana matahari” selama 6 ham.

    The Verge menjelaskan bahwa penelitian soal korona Matahari sangat penting untuk “prakiraan cuaca” Tata Surya. Korona adalah bintik yang jauh lebih panas dibanding permukaan Matahari.

    Berbagai peristiwa matahari yang berdampak ke atmosfer hingga sistem komunikasi dan listrik di Bumi, seperti angin surya, dihasilkan oleh korona.

    Selain itu, ESA menjelaskan misi luar angkasa yang diberi nama Proba-3 tersebut bertujuan untuk mengukur total energi yang dihasilkan Matahari sebagai dasar penyusunan model sistem iklim di Bumi.

    Sebelum Proba-3, peneliti sudah memasang coronagraph di permukaan Bumi dan di luar angkasa. Namun, perangkat itu punya keterbatasan karena sinar matahari cenderung terpecah hingga memancar “melewati” perangkat yang digunakan untuk memblokirnya.

    ESA berencana meluncurkan Proba-3 pada September. 



    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.