Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Faktor Penentu Kesuksesan Anak yang Sering Diabaikan Menurut Studi
    Inspiring You

    Faktor Penentu Kesuksesan Anak yang Sering Diabaikan Menurut Studi

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman14 Januari 2025Updated:14 Januari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – Mau punya anak yang mendapat nilai bagus di sekolah, punya kehidupan sosial yang sehat, dan lebih bahagia? Ajari mereka pekerjaan rumah sejak dini!

    Anak-anak yang diberi pekerjaan rumah sejak usai TK, terlepas dari jenis kelamin, pendapatan keluarga, dan pendidikan orang tua, dilaporkan memperoleh nilai matematika yang lebih tinggi saat kelas tiga SD, menurut sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam Journal of Developmental & Behavioral Pediatrics. 

    Anak-anak tersebut juga melaporkan memiliki hubungan yang lebih positif dengan teman sebayanya dan kepuasan hidup yang lebih tinggi daripada anak-anak yang tidak diberi pekerjaan rumah.

    Studi longitudinal ini difokuskan pada sekitar 10.000 anak selama periode empat tahun.

    Dalam unggahan terbaru di LinkedIn, psikolog dari Wharton Adam Grant mengatakan bahwa temuan ini menunjukkan “prediktor kesuksesan dan kebahagiaan yang sering terabaikan.” 

    Penelitian lain juga menemukan bahwa pekerjaan rumah tangga merupakan alat pembelajaran yang bagus untuk anak. Pekerjaan rumah tangga membantu anak-anak mendapat kepercayaan diri, membangun kegigihan, dan menjadi mandiri seiring bertambahnya usia. Membantu pekerjaan rumah tangga juga mendorong tanggung jawab, rasa kerja sama tim, dan etos kerja yang sangat dibutuhkan di kemudian hari.

    Lalu, kapan waktu yang tepat melibatkan anak dalam tugas rumah tangga?

    Apabila dimulai sejak dini, tugas rumah tangga akan menjadi kebiasaan. Ketika anak cukup besar untuk mengikuti instruksi sederhana, Anda dapat mulai menugaskan pekerjaan rumah tangga, misalnya merapikan mainan, menaruh pakaian di keranjang laundry, memberi makan ikan atau hewan peliharaan. Anak akan mulai merasa menjadi bagian dari tim.

    Orang tua juga bisa melibatkan untuk melakukan pekerjaan bersama, seperti menyiapkan makan malam atau membersihkan rumah.

    Tentu saja, saat anak yang berusia 5 tahun melipat pakaian atau membersihkan meja dapur, hasilnya mungkin tidak sesempurna yang Anda harapkan. Namun, sabarlah, sebab jika Anda mengambil alih tugas anak-anak, berapa pun usia mereka, Anda merampas perasaan bahwa mereka dibutuhkan dan mampu menyelesaikan tugas sendiri.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Perjalanan Shin Tae Yong Bersama Timnas Indonesia




    Next Article



    Terbukti Ilmiah, 10 Cara Membesarkan Anak agar Pintar



    Ide Sukses Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.