Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Geger Makan Telur Dadar Bisa Bikin Kanker, Ini Kata Dokter
    Inspiring You

    Geger Makan Telur Dadar Bisa Bikin Kanker, Ini Kata Dokter

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman18 Februari 2024Updated:18 Februari 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Seorang ahli medis menyebut konsumsi telur dadar dapat menimbulkan penyakit kronis. Hal tersebut diumbar dalam podcast yang dihadiri Iwan Benny selaku founder Konsep Karnus dan dr. Ary Yanuar.

    Pada video podcast yang diunggah di akun YouTube @kasisolusi, telur dadar menjadi perbincangan hangat terkait dampaknya bagi kesehatan. Padahal telur dadar yang menjadi lauk sederhana yang tak pernah gagal memanjakan selera


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mengutip detik, diketahui sebelumnya bahwa Konsep Karnus atau Pendekar Nusantara mempraktikkan metodologi dasar untuk mempelajari cara kerja tubuh manusia. Disebutkan juga oleh Iwan, Karnus menekankan kepada melakukan segala sesuatu terhadap tubuh berdasarkan ‘algoritma’ atau pemberian Tuhan.

    Konsep Karnus menyebut konsumsi telur dadar dapat memicu kanker dan penyakit metabolik lainnya.

    Iwan Benny menjelaskan bahwa ada komponen kimia bernama avidin dan biotin pada telur yang tidak boleh tercampur.

    “Pada saat asam lemak banyak rantai ganjil ada di kuning telur, avidin (pada putih telur) akan mengunci biotin (pada kuning telur) untuk memecahnya. Apalagi digoreng, ikatan ini akan terkunci dan rusak… Akhirnya rantai lemak yang ganjil ini tidak bisa masuk ke dalam darah dan akan membentuk senyawa baru yaitu dari jenis keton radikal. Ini yang akan masuk pada dan merampas elektron pada DNA dan RNA sehingga terjadilah kanker,” jelas Iwan.

    Menanggapi pernyataan tersebut, dr. Tirta melalui akun Instagram @dr.tirta (15/2) menyebut telur tidak berhubungan langsung pada diabetes dan kanker. Hal ini lantaran kesalahan dalam memasak telur ada pada prosesnya.

    “Telur yang dimasak pakai minyak yang sudah hitam-hitam dan sampai gosong, hal itulah yang menyebabkan karsinogenik. Kedua, cara membumbuinya yang terlalu banyak. Ketiga, avidin dan biotin ini memang bisa mempengaruhi, tetapi jika dikonsumsi dalam jumlah yang sangat banyak,” jawab dr. Tirta.

    Naikkan Libido hingga Testosteron

    Faktanya penyebab itu hanya akan terjadi jika konsumsi telur dalam keadaan mentah dan jangka waktu yang berkepanjangan. Foto: Getty Images/webphotographeer

    Tak hanya dr. Tirta, dr. Dion Haryadi juga angkat suara terkait perdebatan ini.

    Pada video yang diunggah dalam akun Instagram @dionharyadi (16/2), ia menggunakan jurnal penelitian sebagai acuan untuk menyampaikan pandangannya.

    Pada jurnal pertama yang diperlihatkannya, secara khusus membahas tentang kondisi kekurangan biotin. Memang ada beberapa gejala yang dapat ditimbulkan dari kekurangan bioti, tetapi tidak serta merta menimbulkan kanker.

    Kondisi kekurangan biotin akibat konsumsi telur dijelaskan dengan istilah Egg White Injury Syndrome. Kondisi ini disebabkan oleh cara konsumsi telur yang salah, salam kondisi mentah, dengan jumlah yang banyak dan dalam jangka waktu yang panjang.

    Sementara ikatan avidin dan biotin seperti yang disebutkan Iwan sebelumnya ternyata bisa terlepas dengan proses pemasakan. Sehingga biotin tetap akan dicerna oleh tubuh dan ikut memecah rantai lemak pada makanan yang dikonsumsi.

    Penjelasan ini juga dibenarkan melalui jurnal Medscape yang menyebut proses pemasakan telur baik dadar, direbus, ataupun diceplok tergolong aman. Bahkan kategori konsumen yang lebih berisiko untuk mengalami defisiensi biotin bukan dari konsumsi telur dadar, melainkan para perokok dan mereka yang mengonsumsi alkohol.

    (fab/fab)


    Inspirasi Kamu Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.