Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Heboh Larangan Medsos Buat Anak, Ini Kata DPR
    Insight News

    Heboh Larangan Medsos Buat Anak, Ini Kata DPR

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Desember 2024Updated:19 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Pihak DPR tengah mencermati usulan pembentukan aturan untuk mengatur batasan usia mengakses media sosial. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Fikarno Laksono mengatakan hal ini masih jadi pembahasan di media.

    “Masih sekadar wacana yang sedang ramai dibahas di media. Saat ini DPR sedang reses, belum ada agenda rapat-rapat dahulu sampai mulai masa sidang yang berikutnya,” kata Dave kepada wartawan dikutip dari Detik.com, Kamis (25/11/2024).

    Aturan itu ramai dibahas di media sosial menyusul Australia yang mengesahkan UU terkait pembatasan usia penggunaan media sosial.

    Untuk saat ini, Dave mengatakan pihaknya masih menunggu usulan yang masuk. Komisi I baru akan membahas konsep aturan jika sudah ada kesepakatan dengan pemerintah.

    “Kita lihat gimana situasi nantinya, bilamana pemerintah sepakat untuk menindaklanjuti, bisa kita bahas konsepnya apa ke depan,” kata dia.

    Dave menambahkan belum bisa berbicara banyak. Termasuk apakah terkait pembatasan usia perlu dengan UU baru atau hanya dengan aturan turuna saja.

    “Belum bisa dijawab dulu saat ini, apakah perlu sampai membuat UU baru atau cukup dengan produk turunan dari UU yang ada. Jadi kita lihat mau dibawa ke mana, ke depannya,” tambahnya.

    Dia mengatakan Komisi I memperhatikan usulan tersebut. Sebab menurutnya banyak dampak negatif saat anak-anak menggunakan medso.

    Misalnya menyebarkan hoaks hingga penjualan narkoba. Semua itu bisa merusak generasi muda Indonesia.

    “Ini kita lihat dampak sisi gelap dari digitalisasi juga, selain akan judol, penyebaran konten pornografi, penjualan narkoba, penyebaran hoaks, serta ideologi yang melenceng. Semua hal ini berdampak akan merusak generasi muda bangsa,” ucap Dave.

    Nampaknya pemerintah Australia juga melihat dampak tersebut. “Serta baru munculnya larangan penggunaan socmed untuk anak-anak di Australia, mendorong akan kebutuhan juga untuk Indonesia melakukan hal yang serupa,” ungkap Dave.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Kunci Manfaatkan Big Data Bagi Kemajuan Bisnis & Ekonomi RI


    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.