Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Heboh Sekolah Tatap Muka Jadi Klaster Covid, Ini Kata Nadiem
    Insight News

    Heboh Sekolah Tatap Muka Jadi Klaster Covid, Ini Kata Nadiem

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 September 2021Updated:28 September 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Beberapa waktu terakhir sempat ramai diberitakan adanya klaster Covid-19 saat sekolah melalukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim mengatakan angka yang tersebar merupakan data kumulatif bukan dalam satu bulan.

    “Angka 2,8% satuan pendidikan data kumulatif bukan data satu bulan. Masa covid bukan dari bulan terakhir PTM terjadi, 2,8% dilaporkan sekolah itupun belum tentu melaksanakan PTM,” kata Nadiem dalam Keterangan Pers PPKM, Senin (28/9/2021).

    Selain itu terdapat data-data seperti 15 ribu murid dan 7 ribu guru, yang disebut Nadiem sebagai laporan mentah dan banyak eror. Menurutnya ada sekolah dengan jumlah positif melampaui jumlah murid yang ada di sekolah tersebut.

    Dia menekankan untuk tetap berfokus pada laporan yang ada, terutama yang disajikan oleh Kementerian Kesehatan.

    “Berfokus pada data yang ada, terutama data dari Kemenkes yang mendapatkan berbagai macam test result dan sampling,” ujarnya.

    Salah satu yang ramai diberitakan adalah adanya 25 klaster Covid-19 selama PTM terbatas di Jakarta. Namun berdasarkan penelusuran di lapangan, survey yang dilakukan Dirjen PAUD Dikdasmen merupakan survey pada responden sekolah dan bukan hasil surveilans Dinas Kesehatan mengenai kasus positif yang ditemukan.

    Dalam kesempatan yang sama, Nadiem juga menyebutkan terdapat dua kolaborasi pihaknya dengan Kementerian Kesehatan. Pertama adalah sekolah mendukung random testing sampling.

    Nadie menyebut akan menutup sekolah apabila positivity ratenya mencapai lebih dari 5%. Dengan begitu akan lebih valid dan tidak merugikan.

    “Integrasi Peduli Lindungi dan mengimplementasi program di sekolah,” ungkapnya.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.