Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Huawei Didesak Buka Lowongan Kerja Ahli Asing, Buat Apa?
    Insight News

    Huawei Didesak Buka Lowongan Kerja Ahli Asing, Buat Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 September 2021Updated:30 September 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Huawei dikabarkan membuat keputusan atas Pusat Penelitian dan Pengembangan (R&D) di Amerika Utara. Yakni dengan merekrut lebih banyak talenta asing serta mengubah lokasi R&D menjadi platform rekrutmen.

    Informasi ini disampaikan pendiri Huawei, Ren Zhengfei dalam sebuah memori internal tertanggal 21 Agustus 2021. Memori internal itu beredar di dunia maya pada hari Selasa lalu (28/9/2021).

    Desakan Ren Zhengfei untuk mengubah R&D Huawei di Amerika Utara menjadi pusat rekrutmen bakat merupakan langkah penting. Alasannya mengingat rintangan besar yang harus dihadapi raksasa teknologi China itu di Amerika Serikat (AS), dikutip Global Times, Kamis (30/9/2021).

    Ren Zhengfei menyebut Huawei akan mencarikan talenta terampil dari seluruh dunia, di periode penting untuk ‘kelangsungan hidup dan pengembangan strategis’ perusahaan. Dia menambahkan selama para talenta berbakat, maka bisa bergabung dengan perusahaan.

    Selain itu Ren Zhengfei juga mendesak adanya ikatan dengan talenta asing agar dapat menarik mereka ke China untuk bekerja.

    Sebagai informasi pusat litbang Amerika Utara milik Huawei awalnya berada di AS. Namun pada Desember 2019 menurut laporan sejumlah media saat itu, Ren Zhengfei mengatakan perusahaan akan memindahkan lokasinya ke Kanada. Namun saat itu tidak ada kejelasan apakah pusat litbang telah dipindahkan atau belum.

    Memo internal itu juga muncul beberapa hari setelah CFO Huawei Meng Wanzhou dibebaskan dan diizinkan kembali ke China. Putri Ren itu, ditangkap di Kanada pada Desember 2018. Saat itu AS mengupayakan ekstradisi atas tudingan penipuan bank.

    Keputusan bebas Meng Wangzhou tersebut terjadi setelah ada kesepakatan dengan pemerintah Amerika Serikat (AS).

    Penangkapannya juga membuat pihak berwenang China menahan pengusaha asal Kanada bernama Michael Spavor serta mantan diplomat Michael Kovrig. Selain itu China juga bersikeras membantah kasus-kasus itu terkait dengan apa yang dialami Meng.

    Sementara itu pada Jumat malam (24/9/2021), perdana menteri Kanada Justin Trudeau mengumumkan kedua orang tersebut telah dibebaskan dan dalam perjalanan pulang dari China, dikutip dari CNBC Internasional.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.