Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ini yang Terjadi di Otak Ketika Sudah Kecanduan Judi Online
    Inspiring You

    Ini yang Terjadi di Otak Ketika Sudah Kecanduan Judi Online

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman18 Oktober 2023Updated:18 Oktober 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perjudian atau gambling sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Di zaman modern, judi telah berkembang menjadi sumber hiburan yang bisa dinikmati dari genggaman tangan. 

    Namun, seiring dengan semakin populernya perjudian, hal ini menyebabkan kerugian finansial yang signifikan serta masalah psikologis dan fisik.

    Timothy W. Fong, profesor klinis Psikiatri di Institut Jane dan Terry Semel untuk Ilmu Saraf dan Perilaku Manusia di UCLA, membahas bagaimana perjudian dapat memengaruhi pikiran, tubuh, dan otak.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Ada berbagai konsekuensi yang timbul dari gangguan perjudian (sebelumnya disebut kecanduan judi atau masalah perjudian). Seperti halnya kecanduan apa pun, kerusakannya bisa berdampak pada tubuh, otak, atau pikiran seseorang,” kata Dr. Fong seperti dilansir UC Health.

    “Tetapi masalah umum yang kita lihat ketika orang datang berobat adalah hal-hal seperti utang finansial yang besar, hilangnya waktu, hilangnya produktivitas dan rusaknya hubungan,” tambahnya.

    Dr. Fong mencatat bahwa penelitian menemukan ketika orang berjuang dengan gangguan perjudian, kemungkinan besar mereka akan memiliki masalah kesehatan terkait yang berasal dari stres, kurang tidur dan bahkan masalah jantung.

    Sebagian besar masalah kesehatan tersebut terkait dengan utang besar yang timbul akibat perjudian dan karena mengabaikan kesehatan diri.

    Efek judi terhadap otak manusia




    Foto: REUTERS/Bobby Yip
    A semi-live gaming facility is demonstrated at Gaming Expo Asia in Macau, China May 15, 2018. REUTERS/Bobby Yip

    Perjudian memiliki efek yang sama seperti kokain, heroin, nikotin, dan alkohol, yang mengaktifkan sistem ‘hadiah’ di otak manusia. Sistem ini mendapat tenaga dari dopamin, yaitu neurotransmitter di dalam otak yang memperkuat sensasi kenikmatan dan menghubungkan sensasi tersebut dengan perilaku atau tindakan tertentu.

    Namun, Dr. Fong menyoroti perbedaan yang signifikan antara perjudian dan narkoba.

    “Berjudi, tidak seperti kecanduan lainnya, dikaitkan dengan distorsi kognitif. Orang-orang berkata, ‘Jika saya terus berjudi, pada akhirnya saya akan menang.’ Anda tidak mengatakan hal yang sama saat kecanduan alkohol, tembakau, atau kokain,” ungkapnya.

    Lebih lanjut Fong menyebut bahwa distorsi kognitif sering kali terjadi pada orang-orang yang kehilangan banyak uang atau aset lain karena perjudian. Kadang-kadang harga diri, ego, atau rasa putus asa mendorong mereka untuk lebih banyak berjudi, dengan harapan bisa menutup kerugian mereka.

    Apa yang menyebabkan kecanduan judi?




    Ilustrasi Judi Online (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Foto: Ilustrasi Judi Online (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

    Ada beberapa alasan mengapa seseorang bisa menjadi kecanduan judi.

    “Sama saja dengan penyebab kecanduan lainnya. Ini adalah kombinasi faktor risiko biologis, faktor risiko psikologis, dan faktor risiko sosial,” kata Dr. Fong.

    Fong menjelaskan bahwa penderita kecanduan judi secara psikologis memandang perjudian sebagai jawaban atas permasalahannya. Ketika mereka sudah berada pada titik kecanduan, perjudian tidak lagi dipandang sebagai hiburan.

    Mereka kini memandang perjudian sebagai sarana untuk mengatasi kecemasan atau stres, atau sebagai sumber pendapatan utama.


    Artikel Selanjutnya


    Kolesterol Bisa Bikin Memori Hilang, Mitos atau Fakta?

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Kamu Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.