Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Izin 45 Pinjol Ini Dicabut OJK, Ini Penyebabnya
    Insight News

    Izin 45 Pinjol Ini Dicabut OJK, Ini Penyebabnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 November 2021Updated:6 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Jumlah pinjol (pinjaman online) terdaftar dan berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tinggal 104 penyelenggara. Padahal awal tahun ini jumlahnya sempat mencapai 149 penyelenggara. Artinya ada 45 pinjol dibatalkan surat tanda bukti terdaftar oleh OJK. Apa penyebabnya?

    OJK mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan jasa penyelenggara fintech lending atau pinjol yang sudah terdaftar atau berizin dari OJK.

    “Hubungi Kontak OJK 157 melalui nomor telepon 157 atau layanan WhatsApp 081 157 157 157 untuk mengecek status izin penawaran produk jasa keuangan yang Anda terima,” tulis OJK dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (5/11/2021).

    Berdasarkan data OJK, ada empat alasan 45 pinjol tersebut dibatalkan surat tanda bukti terdaftarnya. Alasan pertama, karena mengembalikan surat tanda terdaftar secara mandiri. Berikut daftarnya:

    • PT Global Kapital Tech
    • PT Gerakan Digital Akselerasi Indonesia
    • PT Maslahat Indonesia Mandiri
    • PT Arga Berkah Sejahtera
    • PT Berkah Kelola Dana
    • PT Danon Digital Nusantara
    • PT Mitra Pendanaan Mandiri
    • PT Amanah Karyananta Nusantara
    • PT Digilend Mobile Nusantara
    • PT Digital Yinshan Technology
    • PT Finlink Technology Indonesia
    • PT Kinerja Sukses Gemilang
    • PT Pendanaan Gotong Royong
    • PT Newline Fintech Indonesia
    • PT Dynamic Credit Asia
    • PT Sinergi Mitra Finansial
    • PT Digital Bertahan Indonesia

    Alasan kedua karena ketidakmampuan menyelesaikan komitmen peningkatan operasional. Ini terjadi pada PT Anantara Digital Indonesia.

    Alasan ketiga karena penyelenggara belum menyampaikan pemenuhan persyaratan perizinan sehingga tidak memenuhi ketentuan Pasal 10 POJK nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Berikut daftarnya:

    • PT Mikro Kapital Indonesia
    • PT Pasar Dana Teknologi
    • PT Teknologi Finansial Asia
    • PT Artha Simo Indonesia

    Alasan keempat karena ketidakmampuan penyelenggara meneruskan kegiatan operasional. Berikut daftarnya:

    • PT Empat Kali Indonesia
    • PT Indo Fintek Digital
    • PT Dana Aguna Nusantara
    • PT Perlu Fintech Indonesia
    • PT Digitron Solusi Indonesia
    • PT Jayindo Fintek Pratama
    • PT Satrio Jaya Persada
    • PT Teknologi Indonesia Sentosa
    • PT PAM Finansial Teknologi
    • PT Coco Digital Technology
    • PT Evian Teknologi Indonesia
    • PT Smart Karya Digital
    • PT Tujuh Mandiri Sejahtera
    • PT Berkah Finteck Syariah
    • PT Pundiku Mitra Sejahtera
    • PT Serba Digital Teknologi
    • PT Solusi Bijak Indonesia
    • PT Prima Fintech Indonesia
    • PT Oke Ptop Indonesia
    • PT BBX Digital Teknologi
    • PT Digital Tunai
    • PT Kapital Boost Indonesia.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.