Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kasus Covid Ramai Lagi, Ahli Prediksi Puncaknya Januari 2024
    Inspiring You

    Kasus Covid Ramai Lagi, Ahli Prediksi Puncaknya Januari 2024

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman21 Desember 2023Updated:21 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Memasuki libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), sejumlah negara di dunia, termasuk Indonesia, mengalami lonjakan kasus Covid-19. Berdasarkan data laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) hingga Rabu (20/12/2023) pukul 16.00 WIB, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Tanah Air telah mencapai 486 orang dengan 4 kasus meninggal.

    Melihat perkembangan kasus tersebut, Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, memprediksi bahwa periode puncak Covid-19 akan jatuh pada awal 2024 mendatang.

    “Seperti yang sudah saya sampaikan beberapa waktu lalu di awal Desember, prediksinya kita akan mengalami puncak [kasus Covid-19] di minggu pertama Januari dengan kasus yang tentu meningkat,” ungkap Prof. Dicky kepada CNBC Indonesia, Kamis (21/12/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Prof. Dicky mengatakan, kenaikan kasus tersebut masih tergolong dalam kategori gelombang kecil. Sebab, mayoritas pasien yang terinfeksi Covid-19 cenderung tidak mengalami gejala, bergejala ringan, atau tidak terdeteksi karena tidak memeriksakan diri.

    Menurut Prof. Dicky, sebagian besar kasus di periode puncak tersebut akan ditemukan pada masyarakat yang melakukan tes secara mandiri atau di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) atas kesadaran pribadi.

    Sementara itu, sebagian besar kasus lainnya akan ditemukan pada kelompok berisiko tinggi yang mengalami keluhan kesehatan, seperti lansia, pasien dengan komorbid, atau orang yang sudah sering terinfeksi Covid-19.

    Lebih lanjut, Prof. Dicky mengatakan bahwa kasus kematian dan perawatan intensif di rumah sakit akibat Covid-19 akan tetap ada meskipun ukuran gelombang kasus tergolong kecil. Dengan demikian, ia mengimbau fasyankes untuk tetap siap sedia meskipun lonjakan kasus tidak separah saat pandemi.

    “Dalam setiap gelombang, besar atau kecil sekalipun, akan ada proporsi kematian yang timbul dan akan ada proporsi keparahan yang memerlukan perawatan ICU (Intensive Care Unit),” kata Prof. Dicky.

    “Nah, ini yang akan dihadapi kota-kota besar, seperti Jakarta yang memiliki populasi lansia dan komorbid yang cenderung lebih banyak dan lebih aware terhadap kesehatannya,” imbuhnya.

    Meskipun kasus Covid-19 akan cenderung ditemukan di kota-kota besar, Prof. Dicky mengimbau masyarakat di wilayah lain untuk tetap berwaspada.

    “Bukan berarti di daerah-daerah lain tidak terjadi. Ini tentunya harus diantisipasi, terutama dalam bentuk perlindungan kepada kelompok rawan, seperti lansia dan komorbid dengan cara pemberian vaksinasi booster,” tegas Prof. Dicky.



    Artikel Selanjutnya


    Catat! Ini Aturan Penanggulangan Covid-19 di Masa Endemi

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Kamu Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.