Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kasus Covid RI Melandai, Pak Jokowi Disarankan Lakukan Ini
    Insight News

    Kasus Covid RI Melandai, Pak Jokowi Disarankan Lakukan Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 November 2021Updated:1 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Setelah sempat mengalami kenaikan signifikan setelah libur lebaran, tren kasus di Indonesia menunjukkan melandai. Pakar Epidemiologi, Dicky Budiman mengatakan ini waktu yang tepat salah satunya untuk memaksimalkan tracing.

    “Dalam masa seperti ini adalah momentum untuk ketika terjadi kasus terdeteksi kasus satu atau dua atau berapa puluh dimanfaatkan untuk tracing dan tracking. Karena jumlahnya masih memadai untuk dilakukan secara optimal sehingga bisa ditemukan 30 kasus kontak,” jelas Dicky kepada CNBC Indonesia, Senin (1/11/2021).

    Selain itu juga bisa menyelesaikan kluster yang memang belum diselesaikan. Masa seperti ini harus dimanfaatkan selain mengejar penyelesaian program vaksinasi.

    Sebab menurutnya saat kasus di atas 200 kasus akan sulit melakukan tracing. Menurutnya yang ideal adalah sesuai rekomendasi WHO yakni 30 orang dalam satu kontak.

    Dia juga mencontohkan di Vietnam melakukan tracing hingga 100-200 orang. Bahkan di Queensland dalam satu kasus terkonfirmasi yang mencapai 5000 bahkan lebih orang untuk di-tracing dan dites.

    Ini yang mencegah kasus memburuk di wilayah tersebut. “Dalam konteks terkendali, kadang-kadang ditemukan dengan tracing dengan diikuti testing isolasi karantina sangat betul-betul kuat,: kata dia.

    Sementara itu Dicky mengatakan tracing di Indonesia belum maksimal. Saat kasus melandai menjadi kesempatan memaksimalkan aktivitas tersebut.

    Sekitar satu bulan lalu saat evaluasi PPKM, menurutnya masih bisa dihitung jari daerah yang cakupan tracing cukup memadai. Bahkan Jakarta saja belum mencapai target, yakni seorang per 15 kasus, saat kasus melandai saat ini.

    Dia mengatakan tracing dan tracking jadi salah satu yang hampir jarang ditampilkan karena kurang. Padahal dua aktivitas itu serta karantina merupakan satu kesatuan dan tidak bisa dipisahkan.

    “Enggak bisa testing-testing enggak ada tracing yang memadai, enggak ada pemantauan kualitas tracking tidak terjadi upaya untuk menekan atau memutus secara maksimal. Menjadi catatan penting,” jelasnya.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.