Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kata Psikolog Soal Remaja 14 Tahun Bunuh Ayah dan Nenek Saat Tidur
    Inspiring You

    Kata Psikolog Soal Remaja 14 Tahun Bunuh Ayah dan Nenek Saat Tidur

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman2 Desember 2024Updated:2 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Kasus pembunuhan yang dilakukan seorang remaja laki-laki berinisal MAS tengah menjadi sorotan. Remaja berusia 14 tahun itu menghabisi nyawa ayah kandung APW (40) dan neneknya RM (69) saat keduanya sedang tertidur.

    Kasus tersebut terjadi di Perumahan Taman Bona Indah, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (30/11/2024) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Beruntung, ibu pelaku bernama AP (40) beruntung bisa selamat meski dalam kondisi luka parah.

    Hingga saat ini belum diketahui secara jelas apa motif MAS melakukan penyerangan pada keluarganya. Namun, dari pemeriksaan sementara yang sudah dilakukan, MAS mengaku mendengar ‘bisikan gaib’.

    Psikolog klinis Anastasia Sari Dewi menjelaskan bahwa secara umum ‘bisikan gaib’ merupakan salah satu bentuk dari gejala psikotik yang disebut sebagai halusinasi auditorik. Kondisi itu terjadi ketika panca indera kesulitan membedakan mana realita dan mana yang sebenarnya hanya di pikiran saja.

    Kesulitan itu membuat akhirnya apa yang ada di pikiran pasien sering kali tertukar-tukar.

    “Itu tertukar-tukar, sehingga realitanya tidak bisa dibedakan… Bisa juga dalam bentuk penglihatan dan sensasi lain di panca inderanya, di kulit dan sebagainya,” kata Sari, seperti dilansir detikcom, Senin (2/12/2024).

    Sari menuturkan bahwa kondisi halusinasi auditorik biasanya merujuk pada gejala skizofrenia. Namun, pemeriksaan lanjutan pada pasien tersebut perlu dilakukan untuk memberikan diagnosis yang pasti.

    Sari mengatakan kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Misalnya seperti faktor stres berlebih, trauma, depresi berat, faktor genetik, hingga faktor cedera pada area kepala.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Warga RI Makin Gemar Olahraga, Produsen Alat Olahraga Kian Cuan




    Next Article



    Alasan Sebenarnya Kenapa ABG Zaman Dulu Tampak Jauh Lebih Tua



    Innovation Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.