Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kejayaan Raja Chip Runtuh, Muncul Penguasa Baru di 2025
    Insight News

    Kejayaan Raja Chip Runtuh, Muncul Penguasa Baru di 2025

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Januari 2025Updated:2 Januari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Industri chip dunia punya raja baru usai Intel terpuruk sepanjang tahun lalu. Broadcom muncul sebagai penguasa baru Silicon Valley.

    CNBC Internasional melaporkan pada Senin (30/12) waktu setempat bahwa harga saham perusahaan melonjak 111%. Kinerja ini menjadi yang terbaik sepanjang masa untuk perusahaan yang diakuisisi oleh Avago pada 2015 lalu, dikutip Kamis (2/1/2024).

    Kejayaan Broadcom nampaknya berkat Artificial Intelligence (AI), yang dilewatkan Intel dan akhirnya membuat keadaan perusahaan memburuk.

    Broadcom mengembangkan chip khusus bagi perusahaan cloud besar termasuk Google. Selain itu juga membuat peralatan jaringan penting untuk kluster server besar yang menghubungkan ribuan chip AI.

    Chip akselerator Broadcom yang disebut sebagai XPU menjadi bagian penting ekosistem AI. Sekarang perusahaan menjadi penantang raksasa lainnya Nvidia yang mendukung sebagian besar model bahasa besar dari Open AI, Google, hingga Amazon.

    Sekarang nilai Broadcom mencapai US$1,1 triliun. Namanya telah tercatat menjadi perusahaan Amerika Serikat (AS) kedelapan yang berhasil mengantongi US$1 triliun.

    Munculnya nama Broadcom di saat keadaan Intel tak kunjung membaik. Padahal, Intel pernah menjadi produsen chip yang cukup dominan di AS.

    Namun, itu sebelum pengembangan AI menjadi sangat masif seperti sekarang. Chip Intel akhirnya tertinggal jauh di belakang Nvidia.

    Selain itu, Intel juga kehilangan pangsa pasar dari pesaing lama Advanced Micro Devices. Mimpi buruk kian berlanjut setelah Pat Gelsinger dipecat dewan direksi dari kursi CEO pada 1 Desember 2024 lalu.

    “Saya pikir seseorang yang lebih inovatif mungkin melihat gelombang AI datang,” kata profesor manajemn Tuck School of Business Dartmotuj, Paul Argenti.

    Kapitalisasi pasar Intel juga terus menurun hanya dalam waktu empat tahun. CNBC Internasional mencatat nilainya pernah mendekati US$300 miliar pada 2020, dan sekarang ‘hanya’ sekitar US$85 miliar.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: RI Kena “Gocek” Lagi, Nvidia Pilih Investasi di Vietnam





    Next Article



    Intel Masuk Jurang, Bos Besar Ungkap Masa Depannya



    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.