Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kemanjuran Vaksin AstraZeneca Diuji AS, Hasilnya?
    Insight News

    Kemanjuran Vaksin AstraZeneca Diuji AS, Hasilnya?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 September 2021Updated:3 Oktober 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Hasil uji klinis AstraZeneca di Amerika Serikat (AS) menunjukkan efikasiĀ (kemanjuran) vaksin Covid-19 ini sebesar 74% untuk mencegah penyakit simtomatik. Sementara pada orang berusia 65 atas ke atas mencapai 83,5%.

    Hasil laporan itu berasal dari pengamatan 26 ribu sukarelawan di AS, Chili dan Peru. Mereka mendapatkan dua dosis vaksin dengan jarak di antaranya satu bulan.

    Tidak ada kasus gejala parah atau kritis dari 17.600 relawan yang mendapatkan vaksin, dibandingkan 8 kasus diantara 8,500 peserta yang mendapatkan plasebo. Pada kelompok terakhir juga terdapat dua kematian namun tidak ada diantara mereka yang mendapat vaksin.

    Dr. Anna Durbin, peneliti vaksin di Johns Hopkins University dan salah satu investigation penelitian mengaku terkejut dengan hasilnya. “Ini juga sangat protektif pada penyakit parah dan rawat inap,” tambahnya, dikutip Reuters, Kamis (30/9/2021).

    Efikasi keseluruhan 74% ini lebih rendah dari hasil interim 79% yang diumumkan AstraZeneca pada Maret lalu. Beberapa hari direvisi kembali menjadi 76% karena teguran dari pejabat publik yang menyebut angka itu didasarkan pada ‘informasi lama’.

    Pada akhir Juli lalu, AstraZeneca berencana untuk mengajukan persetujuan penuh ke Food And Drug Administration (FDA) AS. Bukan lagi permintaan persetujuan darurat atau emergency use authorization (EUA).

    Saat itu, Chief Executive Pascal Soriot berharap vaksin masih bisa berperan di AS. Walaupun akan memakan proses lebih lama dari yang diharapkan.

    AstraZeneca juga sedang menjajaki opsi vaksin booster bagi mereka yang sudah mendapatkan dua dosis vaksin sendiri atau yang berbasis mRNA dari Pfizer/BioNTech atau Moderna.

    Vaksin dengan nama Vaxzeria itu telah mengantongi izin penggunaan di lebih 170 negara. Juru bicara perusahaan mengatakan harapannya bisa mengajukan persetujuan AS pada akhir tahun 2021.

    Sedangkan Durbin mengatakan tidak mengharapkan vaksin ini digunakan terlalu banyak di AS. Namun mengantongi izin FDA akan ‘memberikan mereka keseriusan’.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.