Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kenapa Umat Katolik Pakai Abu saat Peringatan Rabu Abu?
    Inspiring You

    Kenapa Umat Katolik Pakai Abu saat Peringatan Rabu Abu?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman22 Februari 2023Updated:23 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Rabu Abu atau Ash Wednesday adalah hari pertama mengawali masa prapaskah. Pada hari tersebut, dahi umat Katolik akan diberi abu yang berasal dari pembakaran daun palma pada tahun sebelumnya sebagai tanda tobat.

    Abu yang disalibkan di dahi umat Katolik memiliki makna yang mendalam. Dalam iman Katolik, abu sejalan dengan momen Prapaskah yakni masa pertobatan. Abu jadi tanda pertobatan kota Niniwe. Di Niniwe, Yunus mengumumkan kebinasaan kota itu dalam 40 hari. Kemudian orang Niniwe percaya pada Allah, lalu semua berpuasa dan mengenakan kain kabung.

    “Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.” (Yunus 3:6).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kemudian abu juga jadi pengingat bahwa manusia berasal dari debu. Ini tertulis dalam kitab Kejadian.

    “Ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan napas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” (Kej.2:7)

    Oleh karenanya, pastor atau prodiakon yang menerimakan abu akan mengucapkan, “Bertobatlah dan percayalah pada Injil” atau “Ingatlah bahwa engkau adalah debu dan akan kembali menjadi debu.”

    Makna Rabu Abu dalam Gereja Katolik adalah simbol penebusan dosa yang dijadikan sakramental dengan restu Gereja. Abu juga membantu manusia dalam meningkatkan semangat kerendahan hati dan pengorbanan.

    Selain tanda pertobatan, Rabu Abu menandakan awal masa pantang dan puasa selama 40 hari sebelum Paskah. Angka 40 dianggap angka yang mewakili lama persiapan dan angka rohani.

    Musa berpuasa 40 hari sebelum menerima Sepuluh Perintah Allah. Yesus berpuasa selama 40 hari 40 malam di padang gurun sebelum menjalankan tugas pewartaan.

    Akan tetapi, aturan pantang dan puasa tidak mewajibkan umat benar-benar berpuasa tanpa asupan apapun selama 40 hari lamanya. Pantang dan puasa wajib dijalankan di Rabu Abu dan Jumat Agung, sementara pantang wajib tiap Jumat selama jelang Paskah.

    (hsy/hsy)


    Gaya Hidup Terkini Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.