Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kenapa Vampir Minum Darah Bukan Kopi? Ini Penjelasannya
    Inspiring You

    Kenapa Vampir Minum Darah Bukan Kopi? Ini Penjelasannya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman12 Januari 2024Updated:12 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Makhluk halus dari dunia barat yang paling terkenal adalah vampir. Vampir digambarkan sebagai sosok yang memiliki gigi bertaring dan suka menghisap darah.

    Penggambaran ini semakin kuat usai Bram Stoker menerbitkan novel Dracula pada 1897. Berkatnya, gambaran vampir terus terekam hingga lintas generasi. Namun, pernahkah Anda berpikir kenapa vampir digambarkan suka menghisap darah? Atau, misalnya, kenapa harus darah yang ditenggaknya bukan cairan lain, entah itu kopi, teh atau boba?

    Ini penjelasan logisnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebenarnya, penggambaran vampir seperti itu terkait erat dengan kondisi kesehatan dan kurangnya pemahaman masyarakat soal kedokteran modern. 

    Ambil contoh kasus di Rhode Island, AS, sepanjang abad ke-19. Kala itu, banyak penduduk di sana yang batuk berdarah disertai penurunan berat badan dan perubahan warna kulit yang lantas berujung kematian.

    Masalahnya, ketika ini terjadi tidak ada satupun dokter yang mampu memberi jawaban dan penanganan atas kejadian tersebut. Maklum, saat itu ilmu kedokteran belum berkembang. Akibatnya, masyarakat mengambil jalan pintas, yakni mengobati sendiri dengan pergi ke dukun untuk melakukan ritual.

    Mengutip situs History, dukun melakukan ritual dengan mengambil darah orang yang sudah meninggal. Sebab, argumen saat itu, orang yang meninggal memiliki simpanan darah karena semasa hidupnya sudah mengambil darah orang lain. Kelak, darah inilah bisa mengobati orang sakit dan membuat tubuh bugar.  

    Namun, ketika ritual itu dilakukan, penduduk tetap saja sakit hingga meninggal, alih-alih sembuh. Meski sudah terlanjur gagal, mereka tetap saja mempercayai ritual itu. Akibat tidak bisa disembuhkan inilah masyarakat menyebut kejadian itu sebagai wabah vampir, yang merujuk pada imajinasi lintas generasi soal makhluk yang bisa menghisap darah.

    Dan kondisi ini terus berlangsung hingga bertahun-tahun dan semakin memperkuat anggapan masyarakat soal eksistensi vampir. Akan tetapi, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, cerita mistis soal vampir terbongkar juga.

    Mengutip The Smithsonian Magazine, seorang ilmuwan bernama Robert Koch berhasil mengidentifikasi kalau kasus di Rhode Island itu disebabkan oleh wabah Tuberculosis (TBC). Ini bisa terjadi karena ketika itu kondisi sanitasi dan gizi masyarakat sangat memburuk.

    Makanya, penduduk di sana terserang gejala khas TBC: batuk berdarah, badan kurus, dan kulit pucat. Akibat penemuan ini, bisa dikatakan kalau vampir hanyalah mitos semata. Vampir yang digambarkan suka menghisap darah ternyata adalah penggambaran orang yang terkena TBC disertai batuk berdarah. 

    Meski sudah ada penjelasan ilmiah, tetap saja masyarakat sulit melupakan mitos tersebut karena terlanjur terekam lintas generasi.

    (mfa/mfa)


    Inspirasi Kamu Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.