Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kerajaan Bisnis Elon Musk Terguncang Jelang Pelantikan Trump
    Insight News

    Kerajaan Bisnis Elon Musk Terguncang Jelang Pelantikan Trump

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Januari 2025Updated:4 Januari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat mendesak Elon Musk agar segera membayar penyelesaian atau menghadapi tuntutan perdata terkait dugaan pelanggaran sekuritas selama akusisi Twitter senilai US$ 44 miliar pada 2022 lalu.

    Desakan terbaru dari SEC dilakukan menjelang pelantikan Presiden AS terpilih Donald Trump pada 20 Januari 2025 mendatang. Musk sendiri yang menyampaikan berita ini dalam sebuah postingan di X.

    “Oh Gary, bagaimana Anda bisa melakukan ini pada saya?” tulisnya, merujuk pada Ketua SEC Gary Gensler, dikutip dari Reuters, Jumat (3/1/2025).

    Dia menambahkan emoji wajah tersenyum sambil melampirkan surat hukum dan mengutuk ultimatum yang dia nilai tidak benar.

    “Kami ingin tahu siapa yang mengarahkan tindakan ini-apakah Anda atau Gedung Putih,” ujar Musk.

    Juru bicara SEC menolak berkomentar mengenai insiden tersebut. Sementara Gedung Putih tidak menanggapi permintaan komentar.

    SEC bukanlah satu-satunya lembaga investigasi yang ditentang dan dituduh melakukan pelecehan politik oleh Musk.

    Miliarder ini telah lama mencerca pengawasan pemerintah, menggambarkan dirinya sebagai korban fanatik birokrasi. Ia menilai tindakan pemerintah AS menghambat inovasi yang berpotensi menyelamatkan nyawa perusahaannya.

    Elon Musk Tunggu Waktu Pelantikan Trump

    Tak lama lagi Gedung Putih akan ditempati oleh Donald Trump, kandidat presiden yang Musk dukung hingga menghabiskan lebih dari seperempat miliar dolar. Sementara Gensler, ketua SEC saat ini, merupakan orang dari era Pemerintahan Joe Biden, lawan Trump di pemilihan Presiden AS kali ini.

    Trump sendiri telah menunjuk ketua SEC yang baru untuk menggantikan Gensler, yang berencana untuk mengundurkan diri ketika Trump dilantik.

    Potensi Musk untuk memiliki pengaruh yang luar biasa dengan pemerintahan baru menimbulkan pertanyaan tentang nasib investigasi federal dan tindakan regulasi yang memengaruhi kerajaan bisnisnya, di mana setidaknya ada 20 investigasi yang sedang berlangsung.

    Antara lain terkait investigasi NHTSA terhadap keamanan sistem Autopilot dan FSD milik Tesla yang sudah banyak memakan korban, potensi pelanggaran kesejahteraan hewan dalam eksperimen implan otak Neuralink, serta dugaan polusi, diskriminasi perekrutan, dan masalah lisensi pada SpaceX. 

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Tantangan RI Kejar Kemajuan Data Center Singapura-Malaysia




    Next Article



    Eropa Ultimatum Elon Musk soal Wawancara Donald Trump



    Insight for you Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.