Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Krisis Seks di Korea, Jumlah Siswa SD Sentuh Level Terendah
    Inspiring You

    Krisis Seks di Korea, Jumlah Siswa SD Sentuh Level Terendah

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman4 Januari 2024Updated:4 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Krisis populasi tengah menjadi isu sosial baru yang dialami banyak negara. Salah satu negara yang tengah berjuang keras menghadapi masalah ini adalah Korea Selatan. 

    Laporan The Korea Times pada Kamis (4/1/2024), menyebut bahwa jumlah siswa baru di Sekolah Dasar (SD) diperkirakan akan turun hingga di bawah 400.000 siswa pada tahun 2024 untuk pertama kalinya. Angka ini memberikan gambaran suram mengenai rendahnya angka kelahiran di Negeri Ginseng.

    Menurut Kementerian Pendidikan dan Kementerian Dalam Negeri, jumlah anak yang masuk SD tahun ini berjumlah 413.056 anak pada 20 Desember. Pemerintah menghitung jumlah tersebut berdasarkan sensus yang dilakukan oleh pusat komunitas setempat hingga bulan Oktober. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Di Seoul, jumlah anak yang masuk SD tahun ini berjumlah 59.492 orang, turun 10,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlahnya menurun tajam dari 78.118 anak pada tahun 2019 menjadi 66.324 anak pada tahun 2023.

    Jumlah siswa baru SD diperkirakan akan terus anjlok signifikan pada tahun-tahun mendatang karena jumlah bayi baru lahir juga menurun dengan drastis.

    Pemerintah mencatat jumlah anak yang lahir pada tahun 2019 hanya ada sebanyak 302.676 jiwa, turun dari 357.771 jiwa pada tahun 2017 dan 326.822 jiwa pada tahun 2018.

    Karena angka yang mengkhawatirkan ini, pemerintah telah menetapkan bahwa salah satu prioritas kebijakan utama yang akan dipusatkan pada tahun ini adalah upaya untuk mengatasi krisis populasi. 

    “Kita memerlukan pendekatan yang benar-benar berbeda saat kita mencari penyebab dan solusi terhadap masalah ini,” kata Presiden Yoon Suk Yeol dalam pidato Tahun Barunya. “Kita harus mencari tahu alasan sebenarnya rendahnya angka kelahiran dan mengidentifikasi langkah-langkah efektif.”


    Artikel Selanjutnya


    Heboh Jambore Dunia di Tengah Panas Mendidih, 3 Negara Mundur

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Kamu Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.