Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Krisis Seks Menggila, Profesor Ramal Hanya Ada 1 Anak di Jepang
    Insight News

    Krisis Seks Menggila, Profesor Ramal Hanya Ada 1 Anak di Jepang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Januari 2025Updated:24 Januari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Selama beberapa waktu terakhir, angka kelahiran Jepang terus mengalami penurunan. Dampaknya pada 2720, Jepang hanya akan memiliki satu anak di bawah 14 tahun.

    Temuan ini ditemukan oleh Hiroshi Yoshida, seorang profesor di Pusat Penelitian Ekonomi dan Masyarakat Lanjut Usia Universitas Tohoku. Dia membuat sebuah jam konseptual untuk menyoroti tingkat kesuburan Jepang yang menurun dengan menampilkan data waktu tentang jumlah anak di sana.

    Jam ini akan menunjukkan jumlah anak pada sebuah waktu dan tahun sebelumnya. Japan Times menyebutkan Yoshida telah melakukannya sejak April 2012.

    Berdasarkan perhitungannya, hanya akan ada satu anak tepatnya pada 5 Januari 2720 atau sekitar 695 tahun dari sekarang.

    Perhitungan berasal dari tingkat penurunan tahunan populasi anak-anak. Terdapat penurunan 2,3% pada data terbaru membuat prediksinya maju 100 tahun dari ramalan pada 2023 lalu.

    Menurut Yoshida perkiraan itu dibuat untuk meningkatkan kesadaran soal penurunan populasi yang terjadi dengan cepat di Jepang. Termasuk penurunan angka kelahiran yang mengalami hal serupa.

    Jumlah kelahiran di Jepang terus mengalami penurunan dan menyentuh level terendah. Pada Januari hingga Juni tahun lalu tercatat hanya ada 350.074 kelahiran atau turun 5,7% dari periode yang sama tahun 2023.

    Sementara itu angka kelahiran pada 2023 juga mengalami penurunan dari tahun 2022. Jumlahnya turun 3,6% atau 13.890 kelahiran lebih sedikit.

    Berbagai cara dilakukan pemerintah Jepang untuk memerangi penurunan angka kelahiran. Sebab para pemimpin menyebutkan fenomena ini cukup mengkhawatirkan.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Sengitnya Persaingan Teknologi Satelit di Bisnis Telekomunikasi




    Next Article



    Lempeng Bumi yang Dikira Musnah Ditemukan di Bawah Kalimantan



    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.