Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Lagi Heboh Ibu Muda Lecehkan Anak Sendiri, Psikolog Buka Suara
    Inspiring You

    Lagi Heboh Ibu Muda Lecehkan Anak Sendiri, Psikolog Buka Suara

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman4 Juni 2024Updated:4 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Baru-baru ini, tengah heboh pemberitaan terkait aksi asusila seorang ibu muda terhadap anaknya yang masih kecil. Kasus ini pun mengemuka dan menjadi viral di media sosial.

    Dalam sebuah video, wanita berinisal R itu melecehkan anaknya sendiri yang berusia 5 tahun. Wanita berusia 22 tahun itu tega melecehkan anak kandungnya karena iming-iming uang Rp 15 juta.

    R diamankan polisi setelah menyerahkan diri ke Polres Tangerang Selatan. Kasus tersebut kini ditangani oleh Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Apa Kata Psikolog?

    Menanggapi kasus viral ibu yang lecehkan anak kandungnya, psikolog Sani Budiantini Hermawan mengatakan bahwa hal ini tentu akan menimbulkan rasa shock bagi banyak pihak. Sebab, seorang ibu yang harusnya berperan sebagai pelindung dan memberikan rasa aman malah menimbulkan trauma bagi anak.

    Ada banyak faktor yang bisa melatarbelakangi aksi tersebut. Bisa jadi karena desakan ekonomi, masalah kecanduan (seperti alkohol, narkoba, pornografi), kekerasan dalam rumah tangga, hingga gangguan jiwa yang diidap orangtua.

    “Penyebabnya menurut saya banyak faktor, tapi kalau dilihat bisa saja memang harus dicek kondisi kejiwaan ibu tersebut, apakah memang ibu ini mengalami gangguan kejiwaan, karena kalo seorang ibu yang sehat tidak akan melakukan hal tersebut,” ungkap Sani, seperti dikutip dari Beautynesia, Selasa (4/6).

    Kekerasan seksual bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, dan mirisnya pelakunya bahkan bisa dari orang terdekat. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memberi edukasi terhadap anak mengenai bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh.

    “Kapan harus diajarkan kepada anak? Semenjak dia bisa berbicara. Misal, tidak ada yang boleh menyentuh area tubuh yang bersifat pribadi. Kalau ada sesuatu yang tidak menyenangkan harus bercerita,” ucap Sani.

    “Bukan hanya bagian tubuh yang bersifat pribadi yang tidak boleh disentuh orang lain, namun juga area tubuh lainnya yang terlindungi oleh pakaian. Misalnya perut, paha. Beri pemahaman kepada anak jika ada yang menyentuh bagian tersebut, segera beritahu orang yang ia percaya,” tambahnya.

    Kronologi Ibu Lecehkan Anak Kandung di Tangerang Selatan

    Pada 30 Juli 2023, Icha Shakila kembali menghubungi R. Kali ini, Icha meminta R untuk membuat sebuah konten video berhubungan badan dengan suami. Jika R menolak, Icha mengancam akan menyebarluaskan foto bugil R.

    Selengkapnya di >>> sini. 

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Kamu Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.