Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Lagi Trend Slow Living, Apa Sih Maksudnya?
    Inspiring You

    Lagi Trend Slow Living, Apa Sih Maksudnya?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman20 Juli 2023Updated:20 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Akhir-akhir ini, media sosial tengah diramaikan dengan istilah slow living. Apa sih maksudnya?

    Slow living merupakan sebuah konsep yang menekankan gaya hidup lebih sederhana dan santai. Pola pikir hidup yang slow ini akhirnya mendorong Anda untuk hidup penuh kesadaran diri yang pada akhirnya membantu membuat Anda merasa lebih bahagia, demikian seperti dikutip dari Slow Living Ldn.

    Slow living juga dapat diartikan sebagai gaya hidup yang menekankan pada kualitas daripada kuantitas, yakni mengalokasikan waktu untuk diri sendiri, makan dengan santai, atau menghabiskan waktu bersama orang tersayang.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sejarah slow living




    Foto: (Designed by senivpetro / Freepik)

    Slow living sendiri merupakan sebuah gerakan yang awalnya berkembang di Italia pada tahun 80-an untuk menentang budaya cepat saji dan industri makanan besar lewat Slow Food Movement.

    Gerakan slow food kini memiliki pendukung di lebih dari 150 negara dan terus mempromosikan upah yang adil bagi produsen hingga mendorong makanan berkualitas baik untuk disajikan ke konsumen. Gerakan ini terus berkembang sampai hari ini bahkan cukup populer ketika pandemi COVID-19 terjadi. Masyarakat jadi punya waktu untuk slow down dan mulai kembali berpikir untuk menata kehidupan mereka.

    Carl Honoré, salah satu penulis dan pembicara paling terkenal tentang slow living, membantu membawa konsep slow living ke publik luas pada tahun 2004 dengan menerbitkan bukunya In Praise of Slowness.

    Honoré mengeksplorasi bagaimana Slow Food memicu gerakan makan santai ke area kehidupan lain yang bergerak cepat, termasuk pekerjaan, mengasuh anak, dan rekreasi.

    Minat terhadap konsep ini meningkat selama pandemi. Faktanya, Google melaporkan peningkatan 4x lipat dalam jumlah video YouTube dengan judul ‘slow living’ pada tahun 2020 vs 2019.

    Kesalahpahaman slow living

    • Hidup yang slow bukan hanya untuk mereka yang tinggal di pedesaan. Slow living adalah pola pikir semua orang, entah rumah Anda di ibu kota yang ramai atau dusun.
    • Hidup yang slow tetap bisa sukses atau produktif. Justru, slow living mengajarkan tentang kesuksesan Anda sendiri dan memprioritaskan apa yang paling penting bagi Anda.
    • Slow living tidak berarti bebas teknologi. Tapi pastikan bahwa perangkat teknologi ada untuk melayani kita, bukan mengganggu kita. 

    (hsy/hsy)


    Gaya Hidup Terkini True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.