Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Lama Bungkam, NASA Buka Suara Soal Matahari Terbit dari Barat
    Insight News

    Lama Bungkam, NASA Buka Suara Soal Matahari Terbit dari Barat

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 November 2021Updated:5 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Sebuah unggahan sempat membuah heboh beberapa waktu lalu karena menyebut Matahari terbit dari barat. Bahkan klaim ini membuat Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) buka suara.

    Unggahan itu dituliskan dalam bahasa Thailand dan Inggris. Di dalamnya disebutkan aktivitas itu terjadi karena adanya pembalikan magnet. Tak sampai di sana, seakan untuk mendukung pernyataan tersebut penulis mengklaim NASA mendukung pernyataan tersebut.

    “Bumi akan berputar ke arah sebaliknya yang menyebabkan Matahari muncul dari sisi barat. Periset meyakini bahwa kita bergerak menuju pembalikan medan magnet yang akan menjadi akhir umat manusia dan mendekati kiamat,” kata postingan tersebut.

    Pihak NASA juga telah buka suara dan membantah klaim itu. Bettina Inclan, Associate Administrator for Communications NASA, mengatakan baik NASA dan organisasi lain tak pernah mengeluarkan prediksi itu.

    “Baik NASA maupun organisasi ilmiah lain tidak ada yang memprediksi Matahari akan terbit dari barat,” jelasnya.

    Bettina membenarkan adanya fenomena pembalikan magnet. Fenomena itu memang nyata dan pernah terjadi, serta para ilmuwan dikatakan juga mempelajarinya.

    Namun Bettina mengatakan pembalikan magnet tak membuat Bumi menjadi berputar ke arah sebaliknya, serta mengubah arah Matahari terbit.

    “Adapun pembalikan medan magnet memang fenomena nyata yang telah terjadi beberapa kali di masa silam dan ilmuwan di seluruh dunia mempelajarinya, namun pernyataan jika hal ini membuat Bumi berputar ke arah sebaliknya yang menjadikan Matahari terbit dari barat adalah salah,” jelas Inclan.

    Tapi salah satu anggota tata surya sebenarnya mengalami Matahari yang terbit dari arah Barat. Hal tersebut terjadi di planet tetangga Bumi, Venus yang berputar ke belakang.

    Venus juga mengalami rotasi planet cukup lama yakni 243 hari. Serta lama planet untuk mengitari Matahari mencapai 225 hari Bumi.

    Dengan begitu, Matahari muncul di Venus hanya dua kali dalam setahun atau satu kali dalam 117 hari.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.