Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Makanan Ini Bikin Manusia Lebih Tua dari Usia Sebenarnya
    Inspiring You

    Makanan Ini Bikin Manusia Lebih Tua dari Usia Sebenarnya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman12 November 2024Updated:12 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Sebuah studi baru menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi ultra-processed food (UPF) dalam jumlah banyak mengalami perubahan yang membuat tubuh mereka secara biologis lebih tua dari usia sebenarnya. Ultra-processed food adalah makanan yang telah melalui proses pengolahan yang rumit, contohnya sosis, keripik kentang, nuget, sereal, dan mie instan.

    Mengutip Euronews, orang yang mengonsumsi makanan olahan dalam jumlah besar cenderung lebih tua secara biologis, terlepas dari kualitas gizi makanan mereka, menurut studi tersebut.

    Tidak seperti penuaan kronologis yang dihitung sejak seseorang lahir, penuaan biologis terjadi pada tingkat seluler.

    Menjadi lebih tua secara biologis dapat membuat orang rentan terhadap peningkatan risiko berbagai penyakit seperti penyakit paru-paru, kanker, diabetes, demensia, dan penyakit Alzheimer.

    Para peneliti dari Italia menganalisis data lebih dari 22.000 peserta dalam Studi Moli-saniĀ untuk mempelajari faktor risiko penyakit kronis, untuk menentukan dampak makanan olahan pada usia biologis tubuh manusia.

    “Data kami menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-olahan yang tinggi tidak hanya berdampak negatif pada kesehatan secara umum, tetapi juga dapat mempercepat penuaan itu sendiri. Ini menunjukkan adanya hubungan yang lebih dari sekadar buruknya kualitas gizi makanan tersebut,” kata Simona Esposito, penulis pertama studi dan peneliti di Institute for Research, Hospitalisation and Health Care (IRCCS) Neuromed, dalam sebuah pernyataan.

    Makanan olahan adalah produk yang dibuat dengan bahan-bahan yang jarang digunakan dalam masakan rumahan dan sering kali mengandung bahan tambahan seperti pewarna, pengawet, penambah rasa, dan pemanis.

    Menurut British Heart Foundation, konsumsi makanan ini dalam jumlah besar dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, serangan jantung, stroke, dan bahkan kematian dini.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video:Jurus RI Jadi Raja Kosmetik Tanah Air Hadapi Serbuan Impor China


    Never Give Up Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.