Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Malaysia Ramai Diserbu Asing, Makin Kencang di 2025
    Insight News

    Malaysia Ramai Diserbu Asing, Makin Kencang di 2025

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Januari 2025Updated:10 Januari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Malaysia menyatakan keinginannya untuk menjadi pusat manufaktur energi dan chip pada 2025 ini. Pemerintah Malaysia akan memanfaatkan lonjakan investasi dari perusahaan teknologi global untuk meningkatkan ekonomi domestik.

    Dalam setahun terakhir, investor asing menyerbu Malaysia karena pertumbuhan ekonomi mereka yang membaik dan mata uang yang stabil. Hal tersebut membuat Negeri Jiran berbeda dari negara-negara lain yang bergulat dengan gejolak politik dan ketidakpastian ekonomi.

    Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengatakan bahwa ekonomi Malaysia pulih pada tahun lalu, didorong oleh masuknya investasi asing strategis, terutama dalam bidang energi terbarukan dan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

    Ia menambahkan bahwa inflasi, mata uang yang stabil, dan pasar saham Malaysia adalah yang terbaik di kawasan Asia Tenggara.

    “Pada tahun 2025, kami ingin menggandakan sentralitas geografis kami, sebagai penyalur listrik, talenta, dan diversifikasi rantai pasokan,” ujarnya dalam sebuah forum ekonomi, dikutip dari Reuters, Jumat (10/1/2025).

    Anwar mengatakan Malaysia sekarang bertujuan untuk menyempurnakan keahliannya di bidang minyak dan gas, semikonduktor, dan keuangan Islam untuk menjadi pemimpin pasar global di setiap bidang.

    Sementara, Menteri Ekonomi Rafizi Ramli mengatakan bahwa Malaysia ingin memproduksi chip unit pemrosesan grafisnya sendiri seiring dengan meningkatnya permintaan akan AI dan pusat data.

    “Kami berharap bahwa kami dapat mulai memproduksi GPU dan chip buatan Malaysia dalam lima hingga 10 tahun ke depan,” katanya.

    Malaysia kini menjadi pemain utama dalam industri semikonduktor yang menyumbang 13% dari pengujian dan pengemasan global menargetkan lebih dari US$100 miliar investasi untuk sektor ini.

    Negara tetangga RI ini dipandang memiliki posisi yang baik untuk menarik lebih banyak investor karena perusahaan-perusahaan chip China melakukan diversifikasi ke luar negeri untuk kebutuhan perakitan. Malaysia juga telah menarik investasi miliaran dolar dari perusahaan-perusahaan terkemuka gloval dalam beberapa tahun terakhir, termasuk Intel dan Infineon.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Tantangan RI Kejar Kemajuan Data Center Singapura-Malaysia




    Next Article



    Asing Makin Kencang Serbu Malaysia, Ini Bukti Baru RI Cuma Diperas



    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.