Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Manusia Berubah Drastis Saat Berusia 44 Tahun, Pakar Ungkap Alasannya
    Insight News

    Manusia Berubah Drastis Saat Berusia 44 Tahun, Pakar Ungkap Alasannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Desember 2024Updated:21 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Manusia ternyata mengalami perubahan signifikan ketika memasuki usia 44 tahun dan 60 tahun. Hal ini diungkap peneliti dari Universitas Stanford.

    Michael Snyder yang merupakan Direktur Pusat Genomik dan Pengobatan Personal di Universitas Stanford mengatakan pertengahan usia 40-an tahun adalah masa paling dramatis pada kondisi tubuh manusia. 

    “Sama seperti awal 60 tahunan, dan hal ini berlaku pada apapun kelas molekul yang dilihat,” kata Snyder, dikutip dari The Guardian, Jumat (20/12/2024).

    Semua perubahan itu menjelaskan adanya peningkatan masalah kesehatan saat manusia memasuki usia 44 tahun dan 60 tahun. Temuan ini berdasarkan penelitian terhadap 108 relawan berusia 25 hingga 75 tahun.

    Mereka menyerahkan sampel darah dan tinja, usapan kulit, mulut dan hidung. Ini dilakukan selama beberapa bulan dalam 1 hingga 7 tahun.

    Tim peneliti menyelidiki 135 ribu molekul berbeda. Mulai dari RNA, protein, dan metabolit, selain juga terkait mikroba, yakni bakteri, virus, dan jamur yang ada di usus dan kulit.

    Ternyata hasil pergeseran terbesar terjadi pada manusia berusia 40-an dan awal 60-an. Pada pertengahan 40-an terjadi lonjakan penuaan baik pada wanita maupun pria.

    Pada awalnya diasumsikan terjadi pada wanita karena adanya perubahan pre-menopause. Namun ternyata juga dialami pada pria di kelompok usia yang sama.

    “Hal ini menunjukkan meski menopause atau pre-menopause mungkin berkontribusi pada perubahan yang diamati pada wanita di usia pertengahan 40-an, mungkin ada faktor lain yang lebih signifikan yang menjadi pengaruh perubahan ini, baik pada pria atau wanita,” jelas Xiatao Shen yang juga mantan peneliti pasca doktoral di sekolah kedokteran Stanford.

    Para peneliti menemukan gelombang perubahan pertama terkait molekul pada penyakit penyakit kardiovaskular dan kemampuan metabolisme kafein, alkohol dan lipid. Sedangkan gelombang kedua terkait kekebalan tubuh, metabolisme karbohidrat dan fungsi ginjal.

    Untuk itu, penting bagi manusia agar selalu merawat kondisi tubuhnya dalam menghadapi perubahan drastis di usia pertengahan 40 tahun dan 60 tahun. Dengan begitu, perubahan yang terjadi bisa diminimalisir. Semoga informasi ini bermanfaat!

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Kemenperin Buka Suara Soal Isu Launching IPhone 16


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.