Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Manusia Rp 2.000 Triliun Kena Kasus Caplok Startup Israel
    Insight News

    Manusia Rp 2.000 Triliun Kena Kasus Caplok Startup Israel

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Desember 2024Updated:31 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Pembuat chip Nvidia telah menyelesaikan akuisisi perusahaan AI Israel, Run:ai. Akusisi ini selesai setelah Nvidia sempat terkena kasus pengawasan antimonopoli atas pembelian tersebut.

    Namun, Komisi Eropa pada akhirnya memberikan persetujuan tanpa syarat terhadap tawaran Nvidia senilai US$700 juta untuk Run:ai pada awal Desember lalu.

    Sebelumnya, pada Oktober 2024, otoritas mengatakan bahwa kesepakatan tersebut memerlukan izin antimonopoli Uni Eropa. Pengawas antimonopoli Uni Eropa telah memperingatkan bahwa kesepakatan akuisisi mengancam persaingan di pasar tempat perusahaan-perusahaan tersebut beroperasi.

    Penyelidikannya terhadap kesepakatan itu berfokus pada praktik-praktik yang dapat memperkuat kontrol Nvidia atas pasar unit pemrosesan grafis (GPU), yang merupakan chip yang dicari dan sering digunakan dalam tugas-tugas yang terkait dengan AI.

    Perusahaan milik ‘manusia Rp2.000 triliun’, Jensen Huang, saat ini mendominasi pasar prosesor grafis AI dan menguasai sekitar 80% pangsa pasar.

    Namun, Komisi Eropa menyimpulkan pada awal Desember bahwa akuisisi Run:ai, tidak akan menimbulkan masalah persaingan usaha.

    Departemen Kehakiman AS (DOJ) juga sedang menyelidiki pembelian raksasa chip tersebut atas Run:ai dengan alasan antimonopoli, Politico melaporkan pada Agustus lalu.

    Regulator di kedua sisi baru-baru ini telah meningkatkan pengawasan mereka terhadap akuisisi perusahaan rintisan oleh raksasa teknologi di tengah kekhawatiran bahwa kesepakatan semacam itu dapat mematikan saingan potensial.

    Run:ai berencana untuk membuat perangkat lunaknya menjadi open-source, tulis mereka dalam sebuah posting blog, dikutip dari Reuters, Selasa (31/12/2024).

    “Meskipun saat ini Run:ai hanya mendukung GPU Nvidia, sumber terbuka perangkat lunak akan memungkinkannya untuk memperluas ketersediaannya ke seluruh ekosistem AI,” katanya.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: RI Kena “Gocek” Lagi, Nvidia Pilih Investasi di Vietnam





    Next Article



    Bos Nvidia Jensen Huang Bakal Datang ke RI, Ini Bocorannya



    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.