Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Mata Rusak Gegara Nonton TV Terus-menerus, Mitos atau Fakta?
    Inspiring You

    Mata Rusak Gegara Nonton TV Terus-menerus, Mitos atau Fakta?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman21 Maret 2023Updated:21 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menonton acara atau film di televisi (TV) memang menyenangkan, terutama bagi anak-anak. Umumnya, anak-anak suka menonton TV bila kualitas gambarnya jernih dan ukuran TV yang besar karena kualitas visual terlihat sangat menarik.

    Namun, sering kali orang tua merasa was-was bila anak-anak terlalu sering menonton TV, terlebih dengan jarak yang dekat. Orang tua khawatir, kebiasaan tersebut dapat menurunkan kualitas alias merusak mata anak akibat paparan radiasi TV.

    Lantas, benarkah menonton TV terlalu dekat bisa merusak mata?


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dokter spesialis mata, dr. Kianti Raisa Darusman menyebutkan bahwa sebenarnya paparan sinar layar TV tidak merusak mata secara langsung.

    “Paparan sinar TV itu sebenarnya kecil sekali (risikonya), blue light dari layar tv sebenarnya enggak begitu merusak, tapi durasinya yang lebih berpengaruh,” ujar dr. Kianti kepada CNBC Indonesia di Jakarta, Selasa (21/3/2023).

    “Maka dari itu, 2 jam per hari (adalah waktu yang ideal) untuk screen time, terutama untuk hiburan,” lanjutnya.

    Kianti mengatakan, menonton TV sebenarnya tidak akan merusak mata jika dilakukan dengan jarak pandang yang aman, yakni tiga kali panjang diagonal layar televisi. Sebagai contoh, bila televisi yang ditonton anak memiliki lebar 22 inci maka jarak menonton yang optimal adalah 66 inci atau sekitar 1,6 meter.

    “Jarak ideal [untuk menonton TV] tiga kali diagonal,” tegas dr Kianti.

    Selain jarak menonton televisi, posisi penempatan antara televisi dan tempat duduk juga perlu diperhatikan. Idealnya, televisi ditempelkan di dinding atau diletakkan di atas meja.

    Selain itu, upayakan posisi televisi setinggi mata atau lebih rendah untuk mencegah terjadinya ketegangan mata. Sebab, memaksa mata untuk melihat ke atas secara terus-menerus bisa menyebabkan otot mata jadi lelah.

    Berikut ini gangguan mata akibat terlalu lama menonton TV

    (tib)


    Gaya Hidup Terkini Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.