Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Mengerikan Nasib Warga Korsel, Banyak Pria Dewasa Meninggal Kesepian
    Inspiring You

    Mengerikan Nasib Warga Korsel, Banyak Pria Dewasa Meninggal Kesepian

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman19 Oktober 2024Updated:19 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Terdapat kenaikan jumlah pada pria yang meninggal kesepian dalam beberapa tahun terakhir di Korea Selatan. Lebih dari setengahnya merupakan mereka yang berusia 50-60 tahun.

    Laporan Kementerian Kesehatan, terdapat kenaikan meninggal karena kesepian atau yang disebut sebagai Godoksa selama lima tahun terakhir. Misalnya pada tahun 2022 dan 2023 jumlahnya masing-masing 3.559 dan 3.661 kasus, dikutip dari Korea Herald, Sabtu (19/10/2024).

    Sementara itu pada 2021 terdapat 3.378 kasus. Jumlahnya naik dari 2020 sebanyak 3,279 kasus serta 2.949 kasus pada 2018.

    Kasus kematian dengan Godoksa kebanyakan dialami oleh pria. Jumlahnya mencapai 2.970 kasus dibandingkan 557 wanita dengan kasus serupa pada 2022.

    Setahun kemudian, jumlah pria yang meninggal kesepian juga tetap lebih banyak mencapai 84,1%. Sementara itu ada 61 kasus yang tidak tersedia informasi jenis kelamin karena kurangnya informasi.

    Mereka yang berusia 60 tahun menyumbang jumlah terbesar selama dua tahun dibandingkan masyarakat dari kelompok usia lain. Jumlahnya masing-masing 1.110 kasus (31,4%) dan 1.146 kasus (31,6%).

    Kelompok usia dengan kematian Godoksa tertinggi berasal dari mereka berusia 50 tahun-an. Pada 2022 jumlahnya 30,4% dan 30,2% tahun 2023.

    Alasan kematian karena Godoksa disebut akibat perceraian, kematian pasangan, penyakit kronis dan kerentanan perumahan. Sementara untuk usia yang lebih muda (20 hingga 30 tahun) karena sulit mendapat pekerjaan dan PHK.

    Dari segi wilayah, kasus terbanyak berasal dari Provinsi Gyeonggi, Seoul dan Busan. Sementara jumlah terendah berasal dari kota Sejong.

    Sebagai informasi, Godoksa didefinisikan sebagai mereka yang hidup sendiri. Orang tersebut tidak terhubung dengan keluarga, kerabat, teman dan tetangga.

    Mereka meninggal juga karena beberapa alasan. Bisa karena bunuh diri hingga sakit.

    (dce)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Seruput Cuan Bisnis Kopi, Kala Dompet Kelas Menengah Susut




    Next Article



    Ratusan Warga Korea Ikut Lomba Melamun, Pemenang Dapat Hadiah Ini



    Innovation True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.