Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Menkes Bicara Kekurangan Stok Vaksin Covid-19 di Daerah
    Insight News

    Menkes Bicara Kekurangan Stok Vaksin Covid-19 di Daerah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Agustus 2021Updated:24 Agustus 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Pemerintah memastikan memiliki 130 juta vaksin Covid-19. Sejauh ini 91 juta dosis diantaranya sudah disuntikkan ke masyarakat.

    Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan sekitar 116 juta dosis sudah berada di daerah. Sementara 8,1 juta sedang dalam perjalanan dan 5,3 jutaan masih di dalam stok.

    “Sebanyak 116 juta [dosis vaksin] di daerah per kemarin sudah disuntikkan sekitar 91 juta. Jadi masih ada stok di daerah baik provinsi dan kabupaten kota itu ada sekitar 25 jutaan,” kata Budi dalam keterangan pers Update Ketersediaan Vaksin di Indonesia, Selasa (24/8/2021).

    Berdasarkan perhitungan, apabila 1 juta dosis disuntikkan perhari maka masih ada stok 25 hari di daerah. Budi mengungkapkan stok tersebut masih cukup banyak.

    Sementara itu di bulan Agustus, Indonesia kedatangan 67 juta dosis. Minggu pertama sudah datang 12 juta dosis, disusul 9 juta pada minggu ketiga. Sementara pada minggu keempat 19,5 juta dosis akan datang, berikutnya minggu ke lima sekitar 13 juta dosis.

    “Butuh maksimal tiga hari melakukan redressing, izin-izin BPOM [keluar] langsung kita kirimkan,” ungkapnya.

    Sedangkan pada bulan September mendatang diperkirakan 80 juta dosis akan diterima di Indonesia. “September jadi peak vaksin lebih banyak, oleh karena itu masyarakat dan pemerintah daerah tidak usah khawatir,” jelas Budi.

    Budi juga menyoroti kabar kekurangan stok vaksin Covid-19 di daerah. Salah satunya adalah karena stok di daerah digunakan dua kali suntikan sekaligus.

    Namun menurutnya, berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) daerah tidak perlu lagi memegang stok vaksin. Sebab pengaturan suntikan kedua akan diatur oleh pemerintah pusat dan tidak perlu dilakukan oleh pemerintah daerah.

    “Jadi pakai saja semuanya suntik sesuai dengan aturan. Kalau kita bilang ini sebagai suntik satu lakukan sebagai suntik satu semuanya. Kalau ini sebagai suntikan kedua semuanya, manajemen stok dilakukan di pusat, sehingga tidak dilakukan di daerah,” jelas pria yang akrab disapa BGS itu.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.