Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Menkes Bicara Kemungkinan Herd Immunity Covid-19 Tak Tercapai
    Insight News

    Menkes Bicara Kemungkinan Herd Immunity Covid-19 Tak Tercapai

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Agustus 2021Updated:25 Agustus 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Herd immunity di Indonesia kemungkinan tidak tercapai. Penyebabnya, Covid-19 varian Delta masih bisa menginfeksi mereka yang sudah divaksin penuh.

    Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan ia kerap melakukan pertemuan dengan sejumlah ahli epidemiologi di Indonesia. Disebut vaksin dengan efikasi (kemanjuran) tinggi seperti Pfizer dan Moderna belum terlalu mampu menghadapi varian Delta.

    “Masukkan dari mereka dengan efikasi yang paling tinggi Pfizer dan Moderna terhadap [varian] Delta turun dari 90-an persen ke level 60-an-70-an,” kata Budi, dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI, Rabu (25/8/2021).

    Varian Delta juga dikatakan memiliki replication rate jauh lebih tinggi dari varian awal yang ditemukan di Wuhan, China. Berdasarkan keilmuannya, menurut para ahli epidemiologi kekebalan kelompok (herd immunity) tidak mungkin tercapai.

    “Berdasarkan keilmuan mereka herd immunity tidak akan tercapai. Kalau mau vaksin harus lebih dari itu, dengan efikasi yang ada dan varian delta,” ungkapnya.

    Dengan varian delta yang masih ada, dia menjelaskan jika varian virus Covid-19 lain juga sudah terdeteksi. Bernama varian Lambda dan sudah ditemukan di wilayah di Amerika Selatan.

    Budi mengatakan pada akhirnya, virus Covid-19 ini akan sama seperti polio dan cacar. Ada kemungkinan manusia akan hidup dengan waktu cukup lama dengan virus tersebut.

    “At the end of the day kenyataan bahwa sama polio, cacar tidak mungkin kita hapuskan. Mungkin kita harus hidup bersama virus ini dalam waktu cukup lama,” jelas Budi.

    Budi juga mengatakan untuk ke depannya perlu melakukan protokol kesehatan yang baik dan juga vaksinasi. Selain itu juga ada perkembangan di sisi terapi penyembuhan.

    “Di sisi obat, bisa mengurangi kematian. sebenarnya tidak terlampau tinggi dibandingkan HIV AIDS, MERS, yang sebelumnya,” kata Budi.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.