Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Menkes Bicara Vaksin Booster Covid Berbayar, Harganya Segini
    Insight News

    Menkes Bicara Vaksin Booster Covid Berbayar, Harganya Segini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Agustus 2021Updated:29 Agustus 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Pilihan untuk memberikan vaksin booster memang makin kencang terdengar. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin pun buka suara soal vaksin dosis ketiga itu.

    Seperti diketahui, saat ini tenaga kesehatan diberi prioritas untuk bisa mendapatkan booster vaksin Covid-19. Dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, Rabu kemarin (25/8/2021), Budi menyatakan mungkin akan ada booster bagi masyarakat umum di tahun depan.

    “Di Januari (2002) sudah selesai semua, di awal tahun depan kita sudah mulai suntikan ketiga (booster),” kata Budi.

    Dia mengungkapkan vaksin dosis ketiga kemungkinan akan berbayar bagi sejumlah kelompok masyarakat. Hanya mereka sebagai penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang mungkin vaksin Covid-19 dibayarkan negara.

    Sementara untuk lainnya akan berbayar dan diperkirakan dosis ketiga itu seharga Rp 100 ribu – Rp 150 ribu. Budi juga mengatakan jenis vaksin pun akan terbuka untuk masuk agar masyarakat bisa memilih.

    “Akan terbuka dengan vaksin yang masuk sehingga rakyat mendapatkan booster bisa memilih, yang PBI kita bisa lakukan subsidinya melalui BPJS (Kesehatan),” kata dia.

    Dalam kesempatan itu, dia juga berbicara soal aspek klinis dosis ketiga. Menurutnya berdasarkan uji klinik, vaksin booster dapat memberi perlindungan untuk penerimanya.

    Sedangkan World Health Organization atau WHO mempermasalahkan dari masalah etis untuk melakukan booster. Sebab hingga sekarang penerima vaksin belum merata dan diharapkan bisa diprioritaskan untuk diberikan pada mereka yang belum divaksin sama sekali.

    “”Di Indonesia baru sampai saat ini 58 juta beruntung mendapatkan untuk suntikan pertama sekitar 30 juta suntikan kedua. Dengan jumlah vaksin terbatas lebih pas diberikan kepada teman-teman yang belum mendapatkan suntikan pertama,” jelasnya.

    Soal booster juga disinggung oleh Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Slamet Budiarto. Menurutnya efikasi Vaksin akan menurun seiring berjalannya waktu.

    “Perlu kami sampaikan sesuai analisa 6-12 bulan sudah harus dilakukan booster harus diantisipasi kecepatan vaksin tidak tercapai,” kata Slamet.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.