Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Microsoft Tutup LinkedIn China, Ada Apa Mr Xi Jinping?
    Insight News

    Microsoft Tutup LinkedIn China, Ada Apa Mr Xi Jinping?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Oktober 2021Updated:15 Oktober 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Microsoft mengumumkan akan menutup LinkedIn versi lokal di China karena pemerintahan Xi Jinping terus memperluas sensor internet. LinkedIn adalah jejaring sosial AS terakhir yang masih beroperasi di China, yang menjalankan beberapa aturan sensor paling ketat.

    Platform media sosial dan situs web seperti Twitter dan Facebook telah diblokir selama lebih dari satu dekade di negara itu. sementara Google memutuskan untuk menutup operasinya pada 2010.

    Microsoft mengatakan akan menutup LinkedIn karena “lingkungan operasi yang jauh lebih menantang dan persyaratan kepatuhan yang lebih besar di China.” Sebagai gantinya, Microsoft akan meluncurkan situs pencarian kerja di China yang tidak memiliki fitur media sosial LinkedIn, seperti dikutip dari CNBC International, Jumat (15/10/2021).

    Berita itu muncul setelah regulator internet China mengatakan kepada LinkedIn pada bulan Maret untuk memoderasi kontennya dengan lebih baik dan memberinya tenggat waktu 30 hari, seperti dilaporkan The Wall Street Journal.

    Bulan lalu, LinkedIn memblokir beberapa jurnalis AS di China, dengan alasan “konten terlarang” di profil mereka. Profil akademisi dan peneliti juga dilaporkan telah diblokir di platform di China dalam beberapa bulan terakhir.

    LinkedIn diluncurkan di China pada tahun 2014 dengan fitur terbatas yang dirancang untuk mematuhi undang-undang internet yang lebih ketat di negara tersebut. Situs baru, yang disebut InJobs, tidak akan menyertakan umpan sosial atau mengizinkan pengguna untuk berbagi pos atau artikel.

    Data dari firma riset Statista menunjukkan bahwa China adalah pasar terbesar ketiga LinkedIn. Pada bulan Juli, CEO Microsoft Satya Nadella mengatakan LinkedIn menyumbang sekitar US$10 miliar dalam pendapatan tahunan. Microsoft mengakuisisi LinkedIn pada 2016 senilai US$26,2 miliar.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.