Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»MRI Ini Bisa Deteksi Cedera Kepala, Tumor Hingga Stroke Lho
    Inspiring You

    MRI Ini Bisa Deteksi Cedera Kepala, Tumor Hingga Stroke Lho

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman14 Maret 2023Updated:14 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Magnetic Resonance Imaging atau MRI adalah pemeriksaan medis yang menggunakan gelombang magnet dan gelombang radio. Berbeda dengan rontgen atau CT scan, MRI tidak memancarkan sinar radiasi sehingga relatif aman dilakukan.

    Biasanya, pemeriksaan MRI dilakukan untuk membantu dokter dalam mendiagnosis penyakit, merencanakan metode pengobatan, mengevaluasi hasil operasi, dan memantau efektivitas pengobatan. Namun, tidak sedikit pula pasien yang melakukan MRI untuk memindai kondisi kesehatannya.

    Terdapat beberapa jenis MRI, salah satunya adalah MRI otak dan saraf tulang belakang. MRI jenis ini dilakukan untuk mendeteksi cedera kepala, tumor, stroke, cedera saraf tulang belakang, hingga kelainan pembuluh darah otak.

    Lantas, kapankah usia yang tepat untuk melakukan MRI?

    Dokter spesialis bedah Saraf Eka Hospital BSD dan Kepala Departemen Bedah Saraf Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. Setyo Widi Nugroho mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada usia pasti untuk wajib melakukan pemeriksaan otak atau brain screening.

    Namun, ia menyarankan usia 50 tahun ke atas sebagai usia yang ideal untuk brain screening.

    “Ada yang mengatakan bahwa pada usia pertengahan, yaitu usia 30 harus brain screening, tapi sebagian besar berusia 50 tahun ke atas. Ada baiknya usia 50 tahun ke atas itu seseorang pernah memeriksakan pemeriksaan otak,” ujar dr. Setyo kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/3/2023).

    Setyo mengatakan, pemeriksaan MRI otak dan saraf tulang belakang penting untuk dilakukan guna mendeteksi dini dan segera dilakukan pencegahan bila ditemukan kelainan pada otak, seperti tumor atau kelainan pembuluh darah penyebab stroke.

    Selain itu, dr. Setyo juga mengatakan bahwa MRI otak dan saraf tulang belakang cukup dilakukan sekali bila memang tidak ditemukan kelainan pada otak dan saraf tulang belakang. Namun, bila ditemukan kelainan, pemeriksaan MRI perlu dilakukan secara berkala.

    “Biasanya sekali itu cukup kalau tidak didapatkan apa-apa. Kalau mau memeriksa lagi, silakan mungkin 10 tahun sekali,” kata dr. Setyo.

    “Bukan seperti periksa darah dan lain-lain, brain screening biasanya durasinya panjang. Sekali kita periksa, kecuali kalau ternyata kita mendapatkan sesuatu maka tentunya dilakukan pemeriksaan secara berkala,” lanjutnya.

    Bila seseorang mengalami sejumlah gejala, seperti migrain; vertigo; hingga kejang yang berkelanjutan dalam jangka waktu yang singkat, dr. Setyo menyarankan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT


    Artikel Selanjutnya


    Jangan Diabaikan! Ini 3 Kebiasaan Buruk Pemicu Stroke

    (Sumber: CNBC.com )


    Gaya Hidup Terkini Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.