Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Nasib Raksasa Teknologi Sudah di Ujung Tanduk, Ini Buktinya
    Insight News

    Nasib Raksasa Teknologi Sudah di Ujung Tanduk, Ini Buktinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Januari 2025Updated:10 Januari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Intel, raksasa chip global, kehilangan pangsa pasar di berbagai bidang yang sangat penting bagi profitabilitasnya.

    Pesaing Intel kini bukan hanya Nvidia dan AMD, tetapi juga perusahaan yang lebih kecil dan bahkan mitra yang sebelumnya menjadi andalannya seperti Microsoft.

    AMD misalnya, melaporkan pendapatan yang melampaui pendapatan Intel untuk chip yang digunakan di pusat data. Ini adalah kejadian yang langka, sebab pada 2022 pendapatan pusat data Intel tiga kali lipat dari AMD.

    AMD dan perusahaan chip lainnya membuat terobosan besar dalam membuat chip serba guna yang paling canggih dan kuat di dunia, yang dikenal sebagai CPU, yang merupakan lini bisnis utama Intel.

    Intel saat ini dilaporkan masih menguasai sekitar 75% pasar untuk CPU yang digunakan di pusat data, demikian dikutip dari Wall Street Journal, Jumat (10/1/2025).

    Situasi Intel saat ini tampaknya masih akan terus memburuk. Banyak perusahaan yang mengeluarkan biaya besar untuk membangun pusat data baru beralih ke chip yang tidak ada hubungannya dengan arsitektur milik Intel, yang dikenal sebagai x86, dan malah menggunakan kombinasi arsitektur pesaing dari ARM dan desain chip khusus mereka sendiri.

    Juru bicara Intel mengatakan bahwa perusahaan berfokus untuk menyederhanakan dan memperkuat portofolio produknya, serta memajukan kemampuan manufaktur dan pengecoran (foundry) sambil mengoptimalkan biaya.

    Co-Chief Executive sementara Intel, Michelle Johnston Holthaus, baru-baru ini mengatakan bahwa 2025 ini akan menjadi tahun stabilisasi bagi perusahaan.

    Sekedar informasi, Intel saat ini sedang mencari pemimpin tetap setelah CEO-nya, Pat Gelsinger, yang dipecat dari perusahaan bulan lalu.

    Para analis memperkirakan pendapatan Intel pada tahun 2024 sekitar US$55 miliar, tepat di belakang Nvidia yang mencapai sekitar US$60 miliar. Intel masih menguasai pangsa pasar terbesar untuk CPU desktop dan notebook-sekitar 76%, secara keseluruhan, menurut Mercury Research.

    Bahkan jika Intel dapat kembali memimpin industri dengan teknologinya, skenario terbaik untuk produk Intel sendiri adalah mendapatkan kembali dominasi perusahaan di pasar yang terus menyusut, yaitu pasar CPU x86.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: RI Kena “Gocek” Lagi, Nvidia Pilih Investasi di Vietnam




    Next Article



    Video: Malaysia Diserbu Raksasa Teknologi Asing, RI Malah Kena ‘PHP’



    High Technology Hitech for better life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.