Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pendapatan Smartfren Turun Jelang Merger XL
    Insight News

    Pendapatan Smartfren Turun Jelang Merger XL

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Desember 2024Updated:20 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Smartfren mengalami penurunan pendapatan tipis. Dari Rp 8,543 triliun pada kuartal III-2024 menjadi Rp 8,6 triliun di kuartal III-2023.

    “Kemudian secara pendapatan memang kalau kita lihat ada penurunan kurang lebih menjadi Rp8,5 triliun. Namun ini adalah pencapaian triwulan 3 yang lalu,” kata Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys, dalam Paparan Publik Kinerja Perusahaan, di Jakarta, Jumat (20/12/2024).

    Begitu juga jumlah pelanggan yang mengalami penurunan. Selama sembilan bulan tahun ini jumlah 35,9 juta pelanggan dari periode tahun lalu 36,4 juta pelanggan.

    Namun dalam catatan Smartfren sejak tahun 2020 jumlah pelanggan terus mengalami peningkatan. Saat itu jumlah pelanggan 27,9 juta naik 34,4 juta pada setahun berikutnya.

    Kenaikan juga terjadi pada tahun 2022, saat jumlah pelanggan menjadi 36 juta. Pada 2023, jumlah pengguna Smartfren naik tipis 500 ribu menjadi 36,5 juta.

    “Secara garis besar, gambaran perkembangan atau tren dari tahun ke tahun jumlah pelanggan kita meningkat kalau tahun 2020 masih sekitar 27,9 (juta), maka pada akhir triwulan 3 2024 maka kita menginjak angka sekitar 36 juta pelanggan,” kata Merza.

    Ebitda perusahaan selama kuartal III sekitar Rp 3,6 triliun atau 42,7%, berbanding dengan kuartal III-2023 mencapai 3,8 triliun atau 44,1%. Sementara itu laba rugi yang dibukukan sekitar Rp 1 triliun.

    “EBITDA kita mencapai, EBITDA margin kita 42,7 persen atau pada angka Rp3,6 triliun,” jelasnya.

    “Dan secara laba rugi kita membukukan kurang lebih Rp1 triliun. Ini kira-kira angka yang kita bukukan sampai dengan triwulan 3 2024 yang lalu,” imbuh Merza.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Kemenperin Buka Suara Soal Isu Launching IPhone 16





    Next Article



    Bocoran Terbaru dari Bos XL, Merger dengan Smartfren Masuk Tahap Ini



    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.