Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Penelitian Baru, Diabetes Jadi Ancaman 1,3 Miliar Orang Dunia
    Inspiring You

    Penelitian Baru, Diabetes Jadi Ancaman 1,3 Miliar Orang Dunia

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman25 Juni 2023Updated:25 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Diabetes menjadi ancaman umat manusia karena ada sebuah penelitian baru yang memprediksi jumlah orang yang menderita penyakit tersebut akan meningkat lebih dari 2 kali lipat dua kali lipat.

    Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet memprediksi, bahkan jumlahnya bisa mencapai 1,3 miliar pada 2050. Sekitar 529 juta orang diperkirakan hidup dengan diabetes, yang merupakan salah satu dari 10 penyebab utama kematian dan kecacatan.

    “Angka itu, 95 persen di antaranya adalah kasus diabetes Tipe 2, akan mencapai 1,3 miliar dalam waktu kurang dari tiga dekade,” dikutip Detikcom, Minggu (15/6).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Penelitian tersebut disebutkan, dari separuh kasus kematian dan kecacatan akibat diabetes kebanyakan dipengaruhi oleh kelebihan berat badan. Faktor lainnya termasuk cara diet, olahraga, kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol.

    Seorang peneliti utama di Institute for Health Metrics and Evaluation di University of Washington dan penulis pertama dari salah satu studi tersebut, Dr Liane Ong mengatakan salah satu faktornya adalah bagaimana pola makan telah berubah.

    “Selama 30 tahun, berbagai negara telah benar-benar bermigrasi dari kebiasaan makanan tradisional. Mungkin dari kebiasaan makan lebih banyak buah dan sayuran, makan sayuran yang lebih sehat, menjadi ke lebih banyak makanan olahan,” sebutnya.

    Penelitian tersebut juga memperkirakan bahwa pada tahun 2045, tiga perempat orang dewasa penderita diabetes akan tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

    Namun, pada studi Lancet yang terpisah, di negara-negara kaya seperti Amerika Serikat, tingkat diabetes hampir 1,5 kali lebih tinggi di antara minoritas seperti kulit hitam, Hispanik, Asia atau penduduk asli Amerika. “Tantangannya adalah kita tidak benar-benar melihat satu jenis intervensi yang akan memperbaiki segalanya,” tutur Dr Ong.

    “Sebaliknya, melawan diabetes akan membutuhkan perencanaan jangka panjang, investasi, dan perhatian dari negara-negara di seluruh dunia,” sambungnya.

    Dalam tajuk rencana, The Lancet mengatakan bahwa dunia telah gagal memahami sifat sosial diabetes dan meremehkan skala sebenarnya dan ancaman yang ditimbulkan oleh penyakit ini. Dr Ong menyebut diabetes akan menjadi penyakit yang menentukan abad ini.



    Artikel Selanjutnya


    Makin Banyak Anak Kecil Kena Diabetes, Apa Bisa Disembuhkan?

    (pgr/pgr)


    Gaya Hidup Terkini Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.