Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Perusahaan Ini Ketiban Durian Runtuh Rp 32.000 Triliun di 2024
    Insight News

    Perusahaan Ini Ketiban Durian Runtuh Rp 32.000 Triliun di 2024

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Januari 2025Updated:3 Januari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Nvidia menjadi perusahaan dengan peningkatan kapitalisasi pasar tertinggi sepanjang 2024. Dilaporkan pada akhir 2024, perusahaan chip itu mengantongi US$3,28 triliun (Rp 53.154 triliun).

    Kenaikannya cukup besar dalam waktu setahun. Yakni mencapai US$2 triliun (Rp 32.411 triliun) dibandingkan tahun sebelumnya, dengan US$1,2 triliun (Rp 19.446 triliun) pada akhir 2023.

    Meski begitu, Nvidia masih kalah dari Apple. Pembuat iPhone mencatatkan valuasi sebesar US$4 triliun, dikutip dari Reuters, Jumat (3/1/2025).

    Baik Apple dan Nvidia sama-sama berada di puncak daftar karena pengembangan Artificial Intelligence. Khusus untuk Apple, investor disebut antusias dengan peningkatan dari perusahaan untuk meningkatkan penjualan iPhone.

    Sementara Nvidia disebutkan karena adanya lonjakan minat pada AI. Permintaan chip AI lintas industri juga mendorong capaian positif itu.

    Sementara itu peringkat ketiga ditempati Microsoft. Akhir tahun lalu, nilai pasarnya mencapai US$3,1 triliun (Rp 50.249 triliun).

    Sementara itu ALphabet dan Amazon mengikuti di belakang Microsoft. Keduanya bernilai US$2,3 triliun (Rp 37.262 triliun).

    Reuters menuliskan perusahaan-perusahaan teknologi meningkatkan indeks global pada 2024. Pada S&P 500 melonjak 23,3% dan Nasdaq naik 28,6%.

    Para analis tetap optimis soal kinerja kuat para perusahaan teknologi di tahun ini. Meskipun mereka harus menghadapi tantangan seperti valuasi saham tinggi, ketegangan AS-China, serta potensi penurunan suku bunga yang melambat.

    Sementara itu, Daniel Ives dari Wedbush memprediksi kenakan saham teknologi tahun ini mencapai 25%. Ini terkait beberapa hal seperti regulasi yang lebih sedikit di bawah Donald Trump, inisiatif AI yang lebih kuat dan fondasi yang lebih stabil pada raksasa teknologi.

    “Kami percaya saham teknologi menguat tahun 2025 dengan revolusi AI dan tambahan belanja modal AI lebih US$2 triliun selama tiga tahun,” jelas Ives.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: RI Kena “Gocek” Lagi, Nvidia Pilih Investasi di Vietnam





    Next Article



    Manusia Rp 1.900 T Buka Suara Usai Pabrik Mandek



    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.