Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Perwakilan PBB Beberkan Permasalahan Digital Terbesar RI
    Insight News

    Perwakilan PBB Beberkan Permasalahan Digital Terbesar RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 November 2024Updated:11 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Indonesia masih menjumpai kesenjangan dalam transformasi digitalisasi. Laporan UNDP menyatakan salah satunya tantangan tersebut terkait perbedaan geografis.

    Perbedaan akses internet masih terlihat pada 2022. Jakarta mencapai 85% mulai dari lima tahun dan hanya 26% warga Papua yang bisa mengakses internet.

    Bukan hanya itu, desa dan kota juga memiliki perbedaan akses internet. Di kota ada 81% rumah tangga yang menggunakan internet, berbeda dengan pedesaan 81%.

    Kesenjangan digital juga terpengaruh oleh perbedaan usia, pendidikan, dan gender. Kepala Perwakilan UNDP Indonesia, Norimasa Shimomura menjelaskan semua aspek tersebut masih jadi tantangan besar dalam digitalisasi.

    “Meskipun perbedaan gender sedang menurunkan wanita, khususnya penduduk berusia tua dengan level pendidikan masih mengalami tantangan yang signifikan dengan akses dan visualisasi digital,” jelas dia dalam acara UNDP Indonesia Policy Volume, Senin (11/11/2024).

    Selain itu juga ada terkait hak dan etika digital. Perlindungan data yang dinilai lemah dan rentan pada pelanggaran privasi data yang jadi tantangan dalam mengembangkan ekonomi digital dan pemerintahan digital.

    “Transparansi yang lebih kuat diperlukan berkaitan dengan algoritma dan interface pengguna untuk platform,” kata Shimomura.

    Tantangan lanjutan adalah soal polarisasi dan echo chambers. Platform bisa memperkuatnya dan mengisolasi dalam kelompok dengan pemikiran sama.

    Shimomura mengatakan algoritma dalam platform akan memisahkan individu dari pandangan yang berbeda. “Hanya menampilkan opini yang sama dengan pandangan sendiri, dan akan memperdalam perpecahan sosial,” ucapnya.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Jurus Komdigi Percepat Transformasi Digital Menuju Target 2030





    Next Article



    Digitalisasi Ubah Perilaku Nasabah Bank, Kok Bisa?



    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.