Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»PHK 15.000 Karyawan, Perusahaan Kasih Kopi dan Teh Gratis
    Insight News

    PHK 15.000 Karyawan, Perusahaan Kasih Kopi dan Teh Gratis

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 November 2024Updated:12 November 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Raksasa chip Amerika Serikat (AS), Intel, kembali menyediakan kopi dan teh gratis untuk para karyawan di kantor mereka. Sebelumnya, penyediaan kopi dan teh gratis dihapus untuk menghemat biaya operasional.

    Penghematan itu merupakan bagian dari kebijakan pemangkasa biaya operasional Intel senilai US$10 miliar, menurut laporan The Oregonial.

    Langkah kecil untuk mengembalikan kopi dan teh gratis di kantor dinilai penting untuk menggenjot moral karyawan, menyusul penghematan gila-gilaan perusahaan dalam beberapa bulan terakhir.

    Dalam pesan internal ke karyawan, Intel mengakui tantangan berat yang dihadapi perusahaan. Di saat bersamaan, Intel juga menekankan pentingnya penghargaan kecil dalam dinamika kantor sehari-hari.

    Perusahaan mengatakan kembalinya kopi dan teh gratis sebagai cara untuk mendukung budaya kerja yang lebih nyaman.

    Kendati begitu, kebijakan buah gratis yang tersedia pada saat-saat tertentu belum akan dikembalikan, dikutip dari Mashable India, Senin (11/11/2024).

    Sebelumnya, pada Oktober lalu Intel mengumumkan rencana PHK yang berdampak pada 2.000 pekerja di AS. PHK itu merupakan bagian dari rencana PHK total 15.000 pekerja yang diungkap pada Agustus 2024.

    Selain itu, bagi karyawan yang tetap bekerja, Intel juga menetapkan pemangkasan beberapa manfaat yang diberikan. Misalnya reimburse internet, ponsel, serta biaya perjalanan dinas.

    Pada september lalu, Intel mengumumkan rencana untuk memisahkan bisnis chip dengan operasi desain sebagai salah satu bagian dari efisiensi perusahaan.

    Menurut Livemint, CEO Pat Gelsinger mengatakan “meningkatkan pemisahan antara kedua operasi akan memungkinkan perusahaan manufaktur mendapatkan pembiayaan secara mandiri, menghilangkan kekhawatiran pelanggan tentang independensinya, dan menjadikannya lebih selaras secara budaya dengan pembuat chip kontrak.”

    Intel yang dulunya merupakan pemain dominan di industri teknologi kini menghadapi kesulitan dan berdampak pada posisinya di pasar.

    Di era 1990-an, Intel menjadi salah satu pendorong popularitas PC dengan fokus menggarap komputer pribadi. Namun, Intel kurang menangkap momentum dalam pengembangan chip mobile, sehingga membuat Apple memimpin dengan iPhone.

    Pada 2013, mantan CEO Intel Paul Otellini mengaku dirinya menyesal telah menolak kesepakatan dengan Apple untuk memproduksi chip iPhone. Kala itu Intel masih meremehkan potensinya di masa depan.

    Hal serupa terjadi pada 2017 dan 2018, ketika Intel salah kalkulasi dan menolak berinvestasi ke OpenAI yang kini menjadi pemimpin sektor AI. OpenAI mulanya mendekati Intel untuk mengurangi ketergantungannya ke Nvidia, sekaligus membantu mengembangkan infrastruktur sendiri.

    Kala itu, CEO Bob Swan juga mempertanyakan potensi pasar AI dan menolak berinvestasi. Akhirnya, kini Nvidia menjadi raja chip AI dan Intel yang tertinggal susah untuk mengejar posisi serupa dengan Nvidia.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video:Tolong Dibantu Pak Prabowo, SDM Teknologi RI Kalah Dari Vietnam




    Next Article



    Cuan Rp 160 Triliun, Raksasa Teknologi Malah PHK Besar-besaran



    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.