Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»‘Presiden’ Elon Musk ‘Kuasai’ Trump, Jaksa Sampai Regulator AS Tunduk
    Insight News

    ‘Presiden’ Elon Musk ‘Kuasai’ Trump, Jaksa Sampai Regulator AS Tunduk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Januari 2025Updated:14 Januari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Gugatan Elon Musk pada OpenAI nampaknya akan diloloskan oleh penegak hukum Amerika Serikat (AS). Perusahaan pembuat ChatGPT itu dilaporkan karena terlibat praktik anti persaingan dengan Microsoft.

    Baik Komisi Perdagangan Federal (FTC) maupun Departemen Kehakiman (DoJ) memang belum bersedia menjadi saksi soal kasus itu. Namun, keduanya menawarkan analisis hukum soal aspek-aspek yang ada dalam kasus.

    “Partisipasi DoJ dan FTC menjadi tanda serius regulator menanggapi pelanggaran OpenAI dan Microsoft,” kata pengacara Musk, Marc Toberoff, dikutip dari Reuters, Senin (13/1/2025).

    Sementara itu, FTC menyelidiki kemitraan AI. Termasuk kerja sama antara OpenAI dan Microsoft.

    Sebelumnya, Musk menuding OpenAI telah melanggar undang-undang antimonopoli. Menurutnya perusahaan yang juga dia bangun itu membuat investor tidak berinvestasi ke perusahaan pesaing.

    OpenAI dikatakan ikut memfasilitasi boikot kelompok investor pada para pesaingnya.

    Beberapa orang Microsoft juga berada di internal OpenAI. Misalnya anggota dewan Reid Hoffman yang juga berada di kursi dewan OpenAI begitu juga eksekutif Deannah Templeton sebagai observer di jajaran dewan

    OpenAI membantah keduanya masih terkait dengan internal. Namun FTC dan DoJ mengatakan mereka masih bisa memiliki informasi yang sensitif.

    Pengaruh Elon Musk dalam pemerintahan Trump sudah banyak dibicarakan oleh publik AS. Bahkan, Musk sempat disebut sebagai “Presiden sebenarnya” saat satu tweet-nya menggagalkan UU anggaran pemerintah yang sudah berbulan-bulan disepakati oleh politisi Partai Demokrat dan Partai Republik.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: CEO Google Beri Peringatan Bahaya di 2025





    Next Article



    Elon Musk dan Donald Trump Diskusi Kiamat, Peneliti: Obrolan Bodoh



    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.