Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»RI Punya Satelit Internet Cepat 2023, Pertama di ASEAN
    Insight News

    RI Punya Satelit Internet Cepat 2023, Pertama di ASEAN

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Agustus 2021Updated:19 Agustus 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Indonesia akan segera punya satelit internet cepat bernama Satria 1 pada tahun 2023 mendatang. Satelit ini diklaim jadi yang terbesar di wilayah Asia.

    “Satelit ini adalah salah satu yang terbesar di Asia, dengan 150 Gbps pertama kelas ini yang ada di Asean dan Asia. Dengan digital processing 116 spot beam dan hidupnya 15 tahun,” kata Direktur Utama PSN/SNT, Adi Rahman Adiwoso, dalam Konferensi Pers Groundbreaking Ceremony Stasiun Bumi Proyek KPBU Satelit Multifungsi Pemerintah, Rabu (18/8/2021).

    Dari 150 ribu titik itu akan digunakan pada bidang pendidikan sebanyak 93.900 titik, pemerintah daerah 47.900 titik, pertahanan dan keamanan 3.900 titik dan Puskesmas 3.700 titik.

    Adi mengatakan satelit ini rencananya akan dioperasikan paling lambat pada 17 November 2023 mendatang. Satelit telah mulai dibangun tahun 2019 lalu dan 31 Maret 2021 dilakukan financial closing.

    “Kemudian pada hari ini satelit itu dalam proses pembuatan dan diharapkan pada kuartal II 2023 akan diluncurkan,” ungkapnya.

    Di saat bersamaan, dibangun juga stasiun di Bumi yang diperuntukkan untuk mendukung satelit nantinya. Diperkirakan stasiun-stasiun tersebut akan siap melayani pada Maret 2023 mendatang.

    Akan tersedia 11 stasiun di Bumi yaitu di daerah Batam, Pontianak, Banjarmasin, Tarakan, Cikarang, Kupang, Manado, Manokwari, Ambon, Jayapura dan Timika. Di Cikarang tersedia Primary Satellite Control Centre dan Network Operations Center (NOCC).

    “Banjarmasin merupakan back up satellite control facility di Indonesia untuk Satria 1,” kata dia.

    Menteri Kominfo, Johnny Plate menyebutkan pemerintah bisa melakukan tiga hal dengan adanya stasiun pengendali di Bumi itu. Pertama adalah mengendalikan dan mengawasi pergerakan satelit Satria 1.

    Selain itu juga untuk manajemen jaringan agar sesuai dengan standar layanan. Terakhir adalah untuk menjadi sarana komunikasi data dengan Satria 1 dan Bumi.

    Dia juga menjelaskan kenapa pemerintah memilih satelit untuk menyediakan jaringan telekomunikasi. Menurutnya ini karena kondisi geografis Indonesia yang beragam dan dengan proyek ini diharapkan bisa memperkecil kesenjangan akses broadband internet.

    “Proyek Satria 1 merupakan bentuk nyata upaya pemerintah melalui Kementerian Kominfo, untuk menyediakan konektivitas yang inklusif dan merata hingga ke seluruh pelosok negeri khususnya di wilayah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal),” jelas Johnny dalam acara yang sama.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.