Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»RI Putus Nadi Judi Online, Menteri Meutya Beberkan Caranya
    Insight News

    RI Putus Nadi Judi Online, Menteri Meutya Beberkan Caranya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 November 2024Updated:24 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintah terus memblokir dan memutus akses ke website, aplikasi, dan rekening yang terkait judi online.

    Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan kerja sama antara pemerintah, Polri, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan telah menutup sekitar 104.819 website yang mempromosikan judi online.

    “Kalau kita hitung dari Oktober atau pemerintahan baru, itu angkanya sudah di 380.000 sekian,” kata Meutya dalam konferensi pers di Kementerian Politik dan Keamanan, Kamis (21/11/2024).

    Desk Pemberantasan Judi Daring yang dipimpin oleh Menko Polkam Budi Gunawan juga berusaha memblokir aliran dana dengan mengidentifikasi rekening dan akun dompet digital.

    “Kemudian untuk permohonan pemblokiran rekening bank untuk bulan November saja, yaitu wilayah kerja desk judi online, kami sudah mengirimkan 651 permohonan untuk kemudian rekening bank ini ditindaklanjuti atau diblokir,” kata Meutya.

    Meutya menyatakan pemberantasan judi online tidak bisa hanya dilakukan lewat penutupan akses ke aplikasi dan website, tetapi juga lewat pelacakan dan pemutusan aliran dana.

    “Jadi sebagaimana teman-teman ketahui bahwa situs satu hal, hal lain adalah rekening. Jadi kalau situs seperti tangannya, rekening ini seperti nadinya. Jadi ini juga yang sedang kita galakkan dan kita akan bekerja sama dengan OJK dan juga perbankan,” katanya.

    Dalam konferensi pers tersebut, Meutya menyampaikan beberapa bank dan dompet digital yang terus berkomunikasi serta banyak membantu dalam pemberantasan judi online.

    “Teman-teman di industri bank juga untuk membantu, kami memantau salah satu yang paling banyak adalah Bank BCA, Bank BRI, Bank BRI, Mandiri, Niaga, BSI, Danamon, dan lain-lain. Artinya sekali lagi kerja sama yang kuat dengan perbankan akan sangat dibutuhkan karena sekali lagi tadi dari judi online ini ada justru di rekening atau pendirian dana,” katanya.

    Adapun, platform dompet digital yang disebut Meutya aktif bekerja sama untuk melacak aktivitas judi online di platform mereka adlaah Dana, Gopay, Ovo, dan Linkaja.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Meutya Hafid Dilantik, Kominfo Jadi Kementerian Komunikasi & Digital




    Next Article



    Cerita Mencekam Menteri Meutya saat Kantor Dimasuki 50 Polisi



    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.