Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Sering Skip Santap Sahur? Tubuh Kamu Bisa Alami Gejala Ini
    Inspiring You

    Sering Skip Santap Sahur? Tubuh Kamu Bisa Alami Gejala Ini

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman31 Maret 2023Updated:1 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sahur merupakan salah satu aktivitas saat Ramadan sebagai pengganti sarapan pagi. Melakukan sahur dapat membuat tubuh cukup energi dalam beraktivitas serta menahan lapar dan haus.

    Namun, tidak sedikit orang melewatkan sahur dengan berbagai alasan, misalnya bangun kesiangan atau tidak memiliki nafsu makan saat masih dini hari.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dokter gizi dr Christopher Andrian, M Gizi, SpGK dari RS Siloam TB Simatupang mengungkapkan sering melewatkan makan ketika sahur dapat menimbulkan masalah jangka panjang. Orang berisiko mengalami defisiensi terutama protein.

    “Bayangin kalau dia sahur nggak makan. Cuma minum air putih doang terus baru makan lagi jam 6 sore. Berarti dia harus memenuhi kebutuhan harian hanya 1 kali makan. Itu akan terjadi risiko defisiensi. Paling sering defisiensi protein. Lama-lama rambutnya rontok, kulitnya kering karena asupan protein harian nggak tercukupi,” papar dr Christopher, seperti dikutip dari detikcom. 

    Menurutnya, melewatkan makan sahur 1-2 kali tidak menjadi masalah. Jika hal ini terjadi terus-menerus selama bulan Ramadan, orang akan menjadi lemas, sakit, dan imunitas tubuh menurun.

    Beberapa orang yang melewatkan sahur mungkin merasa belum lapar. Namun, tetap saja hal ini berdampak negatif karena belum lapar bukan berarti kebutuhan gizi hariannya terpenuhi. Berat badan dapat turun karena makan hanya sekali sehari.

    “Kita sarankan makan sahur dengan komposisi padat supaya pengosongan lambung lebih lambat. Jangan bentuk yang cair, yang gampang dicerna, kayak jus atau teh manis doang. Karena bentuknya liquid, lambung kita jadi kayak numpang lewat doang. 2 jam kemudian sudah lapar lagi,” jelasnya.

    Selain itu, dr Christopher juga menyarankan setiap kali makan besar (sahur dan buka puasa), porsi makan harus komplit dan seimbang. Porsi makan terdiri dari karbohidratnya, proteinnya, lemaknya, dan serat.

    “Saat sahur jangan cuma kopi atau teh manis doang. itu malah kebutuhannya nggak akan terpenuhi dengan baik. Sahur itu tujuannya adalah memenuhi kebutuhan harian kita saat puasa,” paparnya.

    Berita selengkapnya >>> Klik di sini


    Artikel Selanjutnya


    Viral Minum Oralit Saat Sahur, Benarkah Bantu Tahan Haus?

    (Sumber: CNBC.com )


    Berani sukses Gaya Hidup Terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.