Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Singapura Tarik Peredaran Permen Asal Malaysia, Ada Apa?
    Inspiring You

    Singapura Tarik Peredaran Permen Asal Malaysia, Ada Apa?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman17 April 2024Updated:17 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pengawas keamanan pangan Singapura telah menemukan kandungan tadalafil, yakni obat yang dapat mengobati disfungsi ereksi, dalam produk yang dipasarkan sebagai permen untuk meningkatkan gairah seksual laki-laki.

    Melansir dari South China Morning Post, tadalafil adalah obat resep yang digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi dan hanya boleh diberikan di bawah pengawasan medis.

    Singapore Food Agency meminta para konsumen untuk tidak membeli atau mengonsumsi produk bernama Permen Kingu Ginseng itu. Sebab, penggunaan tadalafil yang tidak tepat dapat memicu risiko serangan jantung, stroke, sakit kepala, migrain, detak jantung tidak teratur, dan ereksi yang menyakitkan serta berkepanjangan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain itu, obat yang berisiko tinggi bagi penderita masalah jantung ini dapat menyebabkan tekanan darah sehingga berpotensi mengancam nyawa. Terlebih, jika pengonsumsi sedang menjalani pengobatan jantung, terutama yang mengandung nitrat.

    Saat ini, Singapore Food Agency telah bekerja sama dengan berbagai platform e-commerce daring untuk menghapus daftar produk dan memperingatkan para penjual untuk segera tidak menjual Permen Kingu Ginseng.

    Sebelumnya, permen yang diproduksi di Malaysia itu dijual melalui Shopee dan Lazada. Permen yang produknya telah ditarik dari kedua e-commerce itu merupakan kembang gula berbahan dasar kopi dan ekstra ginseng, dibungkus satu persatu, dan dijual dalam wadah berwarna kuning.

    Singapore Food Agency mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan peka terhadap risiko mengonsumsi makanan yang dibeli dari sumber yang tidak diketahui atau tidak diverifikasi. Selain itu, badan ini juga meminta masyarakat untuk mencari informasi lebih lanjut sebelum membeli produk.

    Selain itu, Singapore Food Agency juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan tindakan penegakan hukum yang tegas terhadap penjual dan pemasok produk makanan yang dipalsukan dengan zat terlarang atau bahan-bahan kuat.

    Jika terbukti bersalah, penjual dan pemasok dapat didenda maksimal 5 ribu SGD atau sekitar Rp59,58 juta (asumsi kurs Rp11.917/SGD). Jika ada hukuman kedua atau berikutnya, seseorang dapat didenda hingga 10 ribu SGD atau sekitar Rp119,17 juta, penjara maksimal tiga bulan, atau keduanya.



    Artikel Selanjutnya


    Wabah Kutu Busuk Sampai Singapura, Begini Cara Agar Terhindar

    (rns/rns)


    Gaya Hidup Terkini Inspirasi Kamu
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.