Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Starlink Masuk Bikin Pengusaha Waswas, Begini Dampaknya
    Insight News

    Starlink Masuk Bikin Pengusaha Waswas, Begini Dampaknya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Oktober 2024Updated:18 Oktober 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Orang terkaya Asia, Mukesh Ambani, harus menerima kekalahan melawan Elon Musk. Sebelumnya, dua miliarder tersebut berupaya meyakinkan pemerintah India untuk mengatur alokasi spektrum satelit sesuai kepentingan masing-masing.

    Ambani yang saat ini mengendalikan industri telekomunikasi India melalui Reliance Jio, meminta pemerintah India mengadakan lelang spektrum. Alasannya, hal itu akan membantu pengusaha lokal untuk bersaing dengan gempuran penyedia layanan satelit internet asing semacam Starlink.

    Sebab, lelang spektrum akan memaksa penyedia layanan berinvestasi di India dalam jumlah yang lebih besar. Reliance Jio tentu saja akan diuntungkan karena selama ini membangun infrastrukturnya di India.

    Di sisi lain, Elon Musk yang berencana membawa internet Starlink ke India meyakinkan pemerintah setempat bahwa pembagian alokasi spektrum adalah jalan terbaik. Pasalnya, mekanisme ini sudah menjadi tren global.

    Musk juga menyindir bahwa lelang spektrum hanya akan menguntungkan Ambani yang saat ini sudah mendominasi industri telekomunikasi di India.

    Pemerintah India akhirnya mengabulkan keinginan Musk. Selanjutnya, dampak yang akan terjadi adalah perang harga ketika Starlink resmi meluncur di India.

    Dikutip dari Reuters, Jumat (18/10/2024), Reliance khawatir setelah menggelontorkan uang US$ 19 miliar untuk persiapan lelang, akan kehilangan pelanggan broadband-nya ke tangan Elon Musk lewat Starlink.

    Menurut sumber dalam, Ambani juga khawatir di masa depan turut kehilangan pelanggan data dan voice, seiring perkembangan teknologi yang lebih canggih. Saat ini, satelit Starlink bahkan sudah menyediakan layanan langsung menyambung ke ponsel dan bisa dipakai untuk menghadapi bencana di Amerika Serikat (AS).

    Jika perang harga terjadi, pakar mengatakan Starlink memiliki posisi yang lebih menguntungkan. Sebab, Starlink memiliki satelit aktif sebanyak 6.400 yang mengorbit di orbit rendah Bumi.

    Sementara Reliance bermitra dengan penyedia satelit berbasis Luxembourg, Astra. Menurut CelesTrak, hanya 38 satelit yang rencananya digunakan Reliance.

    “Starlink bisa menurunkan harga secara agresif karena tak perlu lagi menambah satelit,” kata Tim Farrar, analis industri satelit di TMF Associates.

    Ambani sebelumnya pernah memberikan data gratis pada paket mobile-nya. Namun, praktik serupa juga bisa dilakukan Musk untuk mengancam pemain lokal di India.

    Di Kenya, Musk mematok harga langganan Starlink US$ 10 per bulan, berbanding dengan US$ 120 di AS. Operator lokal Kenya Safaricom pada Juli lalu mengeluh ke regulator lokal dan meminta Starlink bermitra dengan penyedia jaringan mobile setempat agar layanan asing itu tak menggerus pengusaha lokal.

    Di India, layanan broadband berkecepatan tinggi dari Reliance Jio dibanderol US$ 10 per bulan. Harga router digratiskan untuk pelanggan yang berlangganan jangka panjang. Layanan ini meraup 30% pangsa pasar broadband di India.

    Di sisi lain, Starlink berencana menawarkan paket data internet unlimited dan menyasar klien korporasi, menurut sumber dalam industri.

    Reliance dan Starlink tak merespons permintaan konfirmasi.

    India merupakan pasar telekomunikasi terbesar kedua setelah China. Ada 42 juta pengguna internet broadband dan 904 juta pengguna mobile di jaringan 4G dan 5G.

    Pada awal 2024, penetrasi internet India mencapai 52,4%, menurut DataReportal. Masih ada 25.000 warga desa yang tak bisa mengakses internet. Bahkan di perkotaan, masih banyak area yang tak memiliki akses internet broadband berbasis fiber.

    Pada tahun lalu, Musk mengatakan Starlink akan membantu menggenjot penetrasi internet di wilayah remot India.

    Pertarungan Musk dan Ambani tampak di hadapan publik. Reuters melaporkan pekan lalu bahwa Ambani masih melobi New Delhi untuk melakukan lelang spektrum satelit.

    Di platform X, ada netizen yang bertanya apakah Ambani setakut itu kejayaan dinasti telekomunikasinya digusur Starlink. Hal ini lalu direspons oleh Musk.

    “Saya akan menelpon Ambani dan bertanya apakah ia tak keberatan mengizinkan Starlink berkompetisi untuk menyediakan internet untuk kepentingan masyarakat India,” kata Musk dengan guyonan.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Elon Musk Pamerkan Robotaxi ‘Cybercab’, Pembunuh Driver Online!





    Next Article



    Pakai Batik Hijau, Detik-Detik Elon Musk Resmikan Starlink di RI



    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.